
DURI, GORIAU.COM - Kabut asap yang menyelimuti Provinsi Riau, memasuki bulan keempat. Akibatnya kemerosotan dunia pendidikan pun terjadi, karena pelajar mulai dari TK hingga SMA, terpaksa diliburkan, karena asap pekat dan kualitas udara berbahaya. Sementara itu untuk di Kabupaten Bengkalis, palajar mulai diliburkan akibat kabut asap dalam satu bulan belakangan ini.
"Kita sudah meminta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis, untuk membuat program terpadu. Karena pelajar banyak yang diliburkan karena asap, apalagi dekat ujian. Untuk mengatasi ketertinggalan pelajaran, harus ada akselerasi. Kita meminta pemerintah pusat, memiliki solusi penyelesaiannya, mengatasi kabut asap ini," ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis, H Abi Bahrun kepada GoRiau.com, Selasa (20/10/2015).
Untuk mengatasi ketertinggalan pelajaran, dijelaskan Sekertaris Disdik Kabupaten Bengkalis, Supriadi, dibuat program terpadu mandiri, setiap membuat program terpadu mandiri dengan memberdayakan KKG kelompok kerja guru (KG) untuk tingkat SD. Sementara untuk Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk tingkat SMP, SMA dan SMK. Masing-masing kecamatan di Kabupaten Bengkalis ada 16 gugus.
"Gugus ini, membahas ketertinggalan pelajaran dan dikoordinir dengan Kepala UPTD dan pengawasan masing-masing sekolah. Mereka (Kepala UPTD dan pengawas) membuat modul dan modul ini untuk mengejar ketertinggalan pelajaran. Menambah jam pelajaran merupakan kebijakan masing-masing sekolah," ujar Supriadi.
Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis tahun 2016, lanjutnya, akan memasukkan program KKG dan MGMP ini untuk mengatasi ketertinggalan pelajaran. Dalam KKG dan MGMP, pengawasan menjadi narasumber. Program ini baginya, untuk mengantisipasi ketertinggalan pelajaran tahun mendatang.
"Untuk itu kita menghimbau kepada pelajar, khususnya kelas 3 SMP dan SMA, lebih giat lagi belajar. Karena UN diperkirakan pada bulan April tahun 2016. Karena kita berharap kelulusan SMP, SMA dan SMK, 100 persen. Tahun ini yang tidak lulus untuk tingkat SMP dan SMK, masing-masing 1 pelajar. Kita berharap, pelajar yang lulus SMA, SMK dan MA, mendapatkan perguruan tinggi terbaik," tutupnya menjelaskan kepada GoRiau.com.(ric)