JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyambut baik langkah pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang mensinergikan kegiatan pembangunan. Bahkan, kementerian tersebut berjanji tidak akan 'PHP-in' Kuansing.

Hal ini disampaikan langsung oleh Mendes PDTT, Eko Sandjojo melalui sekretaris kementerian, Anwar Sanusi kepada Bupati Kuansing, Drs. H. Mursini, MSi di kantornya, Selasa (20/9/2016) pagi.

"Ini akan menjadi catatan penting kementerian untuk program tahun 2017, tentu apa yang sesuai kewenangan akan kami upayakan. Tapi, kami juga tak ingin PHP alias Pemberi Harapan Palsu," ujar Anwar sembari tertawa.

Dikatakan Anwar, seyogyanya Mendes Eko Sandjojo yang menerima Mursini bersama rombongan. Namun, karena ada panggilan dari istana, Mendes Eko meminta dirinya untuk menunggu rombongan Kuansing.

"Kami akan telaah dan perjuangkan untuk merealisasikannya pada tahun mendatang," ujar Anwar. Ia berkomitmen untuk membantu sejumlah pembangunan di Kuansing.

Sementara itu, Bupati Kuansing, Mursini mengaku sangat apresiasi dengan sambutan hangat Kemendes PDTT. Terlebih, semua usulan diterima dan adanya komitmen pemerintah pusat untuk mengabulkan permohonan tersebut.

"Alhamdulillah, kita disambut baik. Mudah-mudahan apa yang menjadi usulan kita bisa dikabulkan Kemendes," ujar Mursini. Dalam kesempatan ini, Mursini hadir bersama Kepala Dispenda, Hendra AP, MSi, Kepala Satpol PP Erdiansyah, Kepala Dinas BMSDA, Azwan, Kabag Ekbang Ade Farer Arif, Kabag Umum Muradi dan Kasubag Humas Hevi H Antoni.

Salahsatu yang diusulkan Pemkab Kuansing ke Kemendes PDTT adalah perbaikan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Bandar Alai Kari dan Pintu Gobang Kari.

"Intinya, kita ingin kementerian punya program pembangunan di Kuansing," pungkas Mursini.***