
PEKANBARU - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meluruskan informasi mengenai dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau. Tim pusat yang diterjunkan langsung ke lapangan menemukan fakta bahwa program tersebut sama sekali tidak memengaruhi penurunan penerimaan daerah dari sektor retribusi kantin sekolah.
Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, SM Mahendra Jaya memimpin langsung tim gabungan yang terdiri dari Inspektur Khusus, Direktorat Jenderal Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, dan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Rombongan ini mengadakan pertemuan klarifikasi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau beserta jajaran terkait di tingkat provinsi.
Hasil penelusuran dokumen menunjukkan bahwa target retribusi kantin sekolah tahun anggaran 2026 hanya sebesar Rp950 juta. Angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan total target PAD Riau yang mencapai Rp5,24 triliun.
"Penerimaan retribusi kantin sekolah hanya memberikan kontribusi sekitar 0,018 persen dari target PAD Provinsi Riau. Proporsinya sangat kecil dan tidak signifikan, sama sekali tidak berpengaruh," tegas SM Mahendra Jaya, Rabu (24/6/2026).
Data lebih lanjut bahkan mematahkan isu penurunan pendapatan. Berdasarkan prognosis dokumen yang ditelaah, penerimaan retribusi kantin sekolah hingga akhir tahun justru diperkirakan menembus angka Rp1,15 miliar.
"Proyeksi penerimaan melebihi target, yakni mencapai 121,05 persen. Dengan demikian, objek retribusi tersebut justru diproyeksikan melampaui target pendapatan tahun berjalan," urainya.
Kemendagri memastikan tidak ada hubungan sebab akibat antara pelaksanaan program MBG dengan penurunan pendapatan asli daerah di Riau. Temuan ini menegaskan bahwa program strategis nasional tersebut berjalan tanpa mengganggu sumber pendapatan daerah yang sudah ditargetkan sebelumnya. ***