SIAK - Akhir Ramadan 1438 hijriah ini 43 kolam bioflok dari usaha budidaya lele di Kampung Sialang Palas Kabupaten Siak sudah bisa panen. Pembudidaya Ikan Lele Sangkuriang Mutiara Sialang Palas ini memiliki kolam-kolam bioflok di 18 KK (Kepala Keluarga). Masing-masing memiliki 3-4 kolam dengan ukuran 2x2meter 4x4 meter.

Kelompok usaha budidaya lele yang dibawah Jayus Sutomo ini mendapat kunjungan dari Bupati Siak, Drs H Syamsuar pada Rabu (31/5/2017) lalu dan didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Siak Drh Hj Susilawati MM, Camat Lubuk Dalam serta Kapolsek Lubuk Dalam.

Kunjungan sempena Safari Ramadan Bupati Syamsuar ini sebagai bentuk keseriusan dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Siak, dalam merespon kegiatan masyarakat dalam medukung usaha ekonomi kerakyatan.

Agar usaha budidaya lele bioflok ini sesuai standar pemeliharaan yang baik dan benar, kelompok ini dibina langsung oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Siak. Dengan harapan agar antar satu kolam dengan kolam yg lain, antar anggota kelompok dalam melakukan budidaya memnggunakan SOP yang sama.

"Dengan di prakarsai oleh Miftakudin, sejak 2 bulan yang lalu sebanyak 62.000 benih lele sudah ditebar di kolam-kolam bioflok masyarakat ini. Dan insyaAllah sudah bisa dipanen akhir Ramadan ini. Kolam bioflok merupakan swakarya dari masyarakat, untuk bibit dan pakan sampai panen, nanti akan di pasok oleh kelompok," kata ketua kelompok Sulardi.

Sementara itu, Jayus Sutomo selaku Pembina kelompok mengungkapkan bahwa usaha budidaya lele yg dikembangkan saat ini merupakan strategi dalam menambah penghasilan keluarga.

"Kedepan usaha ini akan terus dikembangkan menjadi bisnis lele dari hulu sampai ke hilir, sehingga bukan saja sebagai usaha sampingan tapi menjadi bisnis utama dan menjadi trade mark kampung Sialang Palas," ujar Jayus.