PEKANBARU, GORIAU.COM - Ratusan warga Pekanbaru, Dai, Kepala BPBD Riau, Siswa dan sebagainya, menggelar sholat Istisqa (minta hujan), di halaman kantor Kementrian Agama kota Pekanbaru, Rabu (8/7/2015). Ini dilakukan karena sejak beberapa bulan belakangan, sebagian wilayah Riau, khususnya Pekanbaru tidak turun hujan.

Sekitar 600 an warga ikut serta dalam sholat minta hujan ini, yang dipimpin langsung oleh imam Ustad Khoirul Imam. Bertindak sebagai khatib adalah Rafani Parinipu. Tujuannya agar hujan bisa turun mengguyur kota Pekanbaru. "Sudah beberapa bulan ini hujan tidak turun sehingga menyebabkan tumbuhan gersang dan terjadi kebakaran hutan dan lahan," sebut Koordinator shalat Istisqa, Masril.

Sholat minta hujan itu, digelar di halaman kantor Kementrian Agama kota Pekanbaru, pagi tadi. Tampak jamaah mayoritas mengenakan pakaian serba putih. Selain masyarakat, sholat Istisqa juga diikuti belasan Dai dan Ustad dari Majelis Dakwah Islamiah Kota Pekanbaru.

Selain itu, ada pula dari kalangan siswa madrasah dan warga sekitar. "Ini juga sebagai perintah agama, apabila ada semacam bencana seperti tidak turunnya hujan yang disebabkan oleh ulah manusia yang semakin jauh dari Allah. Maka dari itu mari kita semua melakukan introspeksi diri dan bertobat," sambungnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edward Sanger, yang turut hadir dalam sholat Istisqa ini berharap agar doa ratusan warga tersebut bisa dikabulkan oleh Allah SWT. "Semoga menjadi inspirasi bagi daerah lain yang kekeringan untuk meminta hujan melalui salat Istiska," katanya.

Adapun dalam beberapa bulan belakangan, provinsi Riau dan sebagian wilayah di Sumatera, sedang dilanda musim kemarau yang memicu kebakaran hutan dan lahan. Akibatnya, bencana asap kembali timbul, khususnya dalam beberapa hari terakhir. (had)