PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengintai Provinsi Riau seiring dengan terdeteksinya puluhan titik panas awal pekan ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 21 titik panas atau hotspot terpantau menyebar di sejumlah kabupaten dan kota Senin (29/6/2026).

Pulau Sumatera secara keseluruhan sedang dikepung panas. Total terdapat 149 hotspot yang terpantau melalui citra satelit. Provinsi Sumatera Selatan berada di urutan teratas sebagai wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak yakni 48 titik disusul Provinsi Jambi dengan 39 titik.

Provinsi Sumatera Barat menyusul dengan 22 titik, disusul ketat oleh Riau dengan 21 titik. Sementara itu Provinsi Bengkulu mencatat 12 titik, Lampung tiga titik, Aceh dua titik serta Sumatera Utara dua titik panas.

"Di Provinsi Riau, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak yakni lima titik, disusul Kabupaten Siak sebanyak empat titik," urai Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira Mawadah.

Sebaran titik panas di Riau tidak hanya terpusat di dua kabupaten tersebut. Wilayah Kabupaten Kuantan Singingi dan Rokan Hulu masing-masing mendeteksi kemunculan tiga titik panas. Kota Dumai dan Kabupaten Pelalawan turut menyumbang masing-masing dua titik api.

Kondisi yang sama juga terpantau di pesisir, di mana masing-masing satu titik panas terdeteksi di wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Indragiri Hilir.

Merespons sebaran titik panas ini, pihak BMKG terus mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah untuk meningkatkan kewaspadaan. Langkah mitigasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan sangat krusial mengingat sebagian besar wilayah Riau masih mengalami terik cuaca panas saat siang hari yang memicu mudahnya lahan gambut terbakar. ***