
BENGKALIS-GORIAU.COM - Penyebab terjatuhnya Alai, penumpang Batam Jet II di peraian Selat Bengkalis, masih dalam penyelidikan pihak Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Bengkalis. Sementara pihak keluarga sangat berkeyakinan korban tidak bunuh diri seperti isu yang berkembang di media massa, mengingat yang bersangkutan tidak ada terlilit utang dengan pihak manapun. Kuat dugaan pihak keluarga, korban terpeleset karena penglihatannya agak terganggu selama ini.
''Tidak benar abang kami punya utang dengan UED-SP ''Sinar Harapan'' Desa Pedekik. Namanya tidak ada terdaftar sebagai anggota atau pemanfaa. Dia juga tidak berutang dengan pihak lain. Jadi tidak mungkin ia stres lalu bunuh diri dengan melompat ke laut,'' ujar Jit, adek kandung Alai didampingi penasehat hukumnya Enoki Remon seraya memperlihatkan surat keterangan dari UED-SP ''Sinar Harapan'' Desa Pedekik bahwa Alai bukan pemanfaat yang diteken Agus Sepeno selaku ketua, Jumat (4/4/2014).
Dipaparkan Jit, kakaknya juga bukan pengangguran tapi punya usaha kedai kopi di Jalan Bengkalis. Setiap hari aktivitas kakaknya itu mengelola kedai kopi sehingga memiliki penghasilan tetap. Atas dasar itu, ia sangat yakin korban tidak mungkin punya utang dan melakukan aksi nekat.
''Kami menduga korban terpelesat sehingga jatuh ke laut. Dugaan kami itu didasari pada kondisi fisik korban yang mengalami gangguan pada penglihatan. Matanya agak rabun,'' ujar Jit.(jfk)