BENGKALIS-GORIAU.COM - Kepergian Alai yang begitu mendadak, tidak pernah ada tanda-tanda atau firasat yang aneh-aneh dirasakan oleh pihak keluarga sebelumnya. Keluarga juga tidak melihat ada tanda-tanda stres atau tingkah laku yang aneh pada diri Alai. Pada malam sebelum kejadian naas itu, korban bersama adeknya Jit sempat ketawa-ketawa sambil main catur di rumah.

''Cuma pada hari itu, korban yang biasanya selalu ditemani saya belanja keperluan kedai kopi di pasar, tidak nelpon atau minta ditemani,'' ujar Jit.

''Biasanya saya yang nemani dia belanja ke pasar untuk keperluan kedai. Anehnya pagi itu ia pamit ke karyawan di kedai untuk membeli barang, tanpa menelpon mengajak saya," tambah Jit seraya menegaskan pihak keluarga tidak menyalahkan siapa-siapa atas musibah ini.

Pada kesempatan itu atas nama keluarga, Ajit juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras kepada pihak Tim SAR, Satpol Air, Syahbandar dan semua pihak yang ikut terlibat dalam pencarian sehingga abangnya ditemukan kendati sudah tidak bernyawa lagi.

''Orangtua kami,  Apui mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang ikut membantu dalam pencarian korban. Rencananya siang ini jezanah abang kami akan dikebumikan di pemakaman Rimbas,'' ungkapnya.

Sementara kuasa hukum keluarga korban, Enoki Remon, menyampaikan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus ini kepada Syahbdar selaku pihak yang berwenang. Dirinya juga berharap selama proses penyilidikan nanti, pihak keluarga juga dimintai keterangan terkait riwayat korban selama ini.

''Kita berharap dari penyelidikan yang dilakukan Syahbandar nanti, diketahui penyebab pasti jatuhnya korban ke laut. Kita selaku kuasa hukum juga ingin meluruskan pemberitaan di media bahwa tidak benar korban bunuh diri karena stres akibat terlilit utang atau memakai dana UED-SP. Ini bukti surat keterangan yang dikeluarkan oleh pihak pengelola,'' tegas Enoki sembari melihatkan surat keterangan dari UED-SP kepada wartawan.(jfk)