
BANGKINANG, GORIAU.COM - Sosok Samsul B. Pohan sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Desa Penghidupan, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar. Sebagai ketua kelompok Tani Jaya, Samsul memiliki andil besar dalam memajukan Desa Penghidupan melalui kerjasama program pertanian PT Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP). Kelompok Tani Jaya merupakan salah satu mitra perusahaan pulp dan kertas terbesar se -Asia ini sejak tahun 2011. Pembinaan terhadap kelompok tani menjadi salah satu fokus program Community Development (CD) RAPP.
Pohan, begitu sapaan akrab beliau, mengaku sangat senang bisa menjadi petani mitra RAPP. “Saya sempat menjadi nelayan, bekerja di perusahaan sawit, mengumpulkan barang-barang bekas, dan yang lainnya. Namun, menjadi petani dan bermitra dengan RAPP adalah profesi yang akhirnya saya pilih,” terang bapak tiga anak ini.
Dalam perkembangan usaha kelompok, RAPP terus memberi dukungan baik dari segi pendampingan maupun pemberian bantuan dalam bentuk pupuk, pestisida, dan benih. RAPP juga berkontribusi dalam pembangunan kios sarana produksi pertanian. Pembangunan kios tersebut bertujuan untuk memudahkan petani untuk memenuhi keperluan dalam usaha pertanian yang dijalankan. Dari segi pendampingan, RAPP rutin melakukan pelatihan terhadap petani binaan.
''Tahun 2012, saya ikut dua kali pelatihan pertanian di Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) Pangkalan Kerinci,” ungkapnya.
Berbagai macam komoditas yang pernah diproduksi oleh kelompok Tani Jaya adalah cabai, timun, terong, kacang panjang, dan semangka. Namun berkat kerja keras mereka, semangka berhasil dijadikan komoditas unggulan di Desa Penghidupan.
Selain Pohan, kelompok tani yang juga merasakan keuntungan bergabung menjadi mitra RAPP adalah Indra Irawan. Indra merupakan ketua kelompok tani Jaya Bersama yang berada di Kerinci Kanan, Siak. Kelompok tani ini sudah bekerjasama dengan RAPP sejak 2012.
''Adanya program RAPP sangat membantu kelompok tani terutama dalam memenuhi saprodi (pupuk, benih, obat-obatan). RAPP rutin memonitoring dan mendampingi kelompok setiap bulannya. Saya berharap program ini dapat dipertahankan, dan RAPP terus mendukung kegiatan petani,” ungkapnya.
CD Manajer RAPP, Sundari Berlian mengaku bangga melihat kelompok tani mitra yang berkembang semakin pesat. Sebab, kemajuan bisa dicapai bersama dengan kemajuan perusahaan.
''Hal yang luar biasa melihat kesuksesan mitra bina yang berhasil. Kita bangga dan senang melihat mereka yang kini berhasil, baik dari segi usaha maupun dari segi pendapatan. Kalau kita tanya hasil panennya di gunakan untuk apa, mereka menjawab untuk pendidikan anaknya, atau bisa beli tanah untuk memperluas areal pertaniannya,” terang wanita yang kerap disapa Neneng ini.
Sundari berharap, keberhasilan kelompok tani Jaya Bersama bisa menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya agar semua petani bisa maju bersama-sama.
''Harapan kami, keberhasilan petani mitra bina CD RAPP ini dapat ditularkan ke mitra binaan CD lainnya, sekaligus dapat menjadi contoh. Keberhasilan ini dapat dikembangkan baik dikelompok mereka sendiri maupun kelompok lain sehingga mereka bisa menjadi motivator bagi petani yang lainnya,” tutupnya.
Hingga tahun 2015, RAPP berhasil mengajak 75 kelompok tani sebagai mitra bina yang tersebar di Pelalawan, Langgam, Tesso, Mandau, Ukui, Meranti, dan Pulau Padang. Masing-masing kelompok tani memiliki komoditas unggulan yang siap bersaing di pasar, mulai dari semangka, cabe, jagung, bayam, terong, padi, kentang, dan sayuran lainnya. (rls)