TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Program Magrib Mengaji sudah hampir 7 bulan berjalan setelah dicanangkan, namun hingga kini honor yang dijanjikan akan diberikan kepada guru yang mengajar tidak kunjung dikeluarkan.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), M Arifin mengatakan terkendalanya pembayaran honor bagi guru mengaji dikarenakan angaran yang memang kurang, sehingga tidak bisa diberikan.

''Yang pasti dana masih kurang, yang sudah teranggarkan hanya untuk 70 orang. Makanya kita belum bayarkan, kita masih mencari tambahan,'' kata Arifin.

Meskipun demikian, dirinya memastikan honor seluruh guru mengaji yang tetap aktif mengajar hingga sekarang akan dibayarkan. Asalkan guru mengaji tetap rajin dan aktif mengajar mengaji bukan malah berhenti dikarenakan honor yang tak kunjung keluar hingga saat ini.

''Sekarang masih dalam proses, namun jika guru yang bersangkutan berhenti mengajar tentu tidak kita berikan meskipun sebelumnya mereka aktif,''tambah dia.

Menjawab banyaknya pertanyaan kenapa hingga kini honor tersebut tidak dibayarkan, mantan camat Batang Tuaka ini mengatakan yang harus difahami adalah ketika program itu dicanangkan APBD 2014 sudah tersusun, namun data guru mengaji belum lengkap sehingga penganggarannya tidak bisa disesuaikan.

''Untuk meminamalisir masalah, kita minta bantuan dari dana desa maju Inhil jaya. Apalagi guru mengaji yang ada di desa-desa tentu Kepala Desa yang mengetahui aktif tidaknya, jadi jika nanti dana dari desa sudah cair baru kita juga cairkan dana dari kita. Sehingga pemberiannya serentakn,''jelas Arifin.(ayu)