BAGANSIAPIAPI, GORIAU.COM - Keinginan untuk mereformasi birokrasi telah mendorong M.Yatim Maamun untuk mendaftarkan diri menjadi calon Bupati Rokan Hilir melalui perahu partai Gerindra.

Kepada GoRiau.com, Jumat (20/3/2015), M.Yayim Maamun yang juga Kepala Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir mengungkapkan, keputusan untuk mencalonkan dirinya sudah bulat.

''Bila perlu saya akan mengundurkan diri dari PNS jika sudah ada ketetapan dari KPUD,'' katanya.

Komitmennya, seandainya terpilih nanti adalah untuk mereformasi birokrasi terutama untuk tertib administrasi yang dimulai dari kepenghuluan sampai tingkat SKPD. Dirinya mengakui banyak kelemahan dibidang administrasi sehingga banyak temuan yang mengakibatkan sulitnya mendapat opini wajar tanpa pengecualian.

Jika adminsitrasi sudah bagus, tentu birokrat juga akan disejahterakan dengan memberikan upah kepada tenaga honor minimal Rp 2 juta. ''Konsekwensi kita adalah untuk menaikkan gaji tenaga honor dan PNS,'' kata Yatim.

Apakah selama ini sudah ada upaya dirinya untuk memperbaiki sistem birokrasi yang semrawut, dijawab Yatim bahwa dirinya sejak menjabat sebagai kepala Inspektorat selama 3 tahun sering terbentur dengan sistem yang lama. Namun dirinya tetap optimis karena aparat penegak hukum juga ikut membantu untuk memperbaiki sistem itu.

''Kita harus berani mengubah semuanya dan target saya adalah untuk memangkas birokrasi," kata Yatim.

Sementara itu, Ketua Partai Gerindra, Jufrizal mengungkapkan, dengan mendaftarnya Yatim Maamun ke partainya, maka yang sudah dua orang PNS yang mendaftar menjadi calon bupati melalui Gerindra. Namun demikian, Gerindra pastinya berkoalisi dengan partai lain karena jumlah kursi di DPRD hanya 5 kursi dan untuk memenuhi persyaratan minimal 20% dari jumlah kursi di DPRD. (amr)