SELATPANJANG - Dalam mengatasi krisis listrik, PLN Rayon Selatpanjang mengambil 2 unit mesin berdaya masing-masing 500 KW dari PLN Lemang Rangsang Barat untuk dibawa ke Ibukota. Namun, kebijakan ini dinilai salah oleh Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Kepulauan Meranti.

Sebagaimana disampaikan Ketua YLPK Meranti, Mulyono SE, Jumat (4/12/2015). Kata Mulyono, seharusnya PLN tidak mengambil mesin dari PLN Lemang. Sebab, untuk Pulau Rangsang, masih perlu banyak penerangan agar pulau itu terang benderang.

"Itu kan pulau terdepan, berbatasan dengan Malaysia, harusnya PLN bisa membuat pulau itu terang benderang. Bukan mesin yang ada malah diambil lagi," kata Mulyono.

Dikatakan Mulyono lagi, harusnya PLN meminta PLN cabang atau PLN wilayah Riau Kepri untuk membantu daya di Kepulauan Meranti. Kalau daya yang ada (di Lemang, red) dikurangi (2 unit mesin yang diambil), tambah Mulyono pula, tentu membuat pelanggan di Pulau Rangsang itu tidak mendapatkan pelayanan maksimal dari PLN.

"Apalagi sekarang tarif listrik naik, sementara pelanggan tidak mendapatkan pelayanan maksimal, ini sangat disayangkan. Harusnya PLN peka akan hal ini dan mencari solusi secepatnya," tambah Mulyono lagi.

Sebelumnya, di PLN Rayon Selatpanjang terjadi kebakaran panel kubikel. Akibatnya, PLN itu defisit daya, lalu mengambil kebijakan pemadaman bergilir dengan pola 6:1.

Lama kelamaan, beralasan dengan bebera mesin bermasalah, rasio pemadaman bergilir meningkat menjadi 3:1 dan akhirnya menjadi 2:1.

Untuk mengatasi krisis listrik inilah PLN Rayon Selatpanjang mengambil 2 unit mesin dari PLN Lemang dan dibawa ke Selatpanjang. 2 unit mesin ini diyakini bisa menambah 800kw daya. Ditambah, beroperasinya 1 unit mesin milik Pemda Meranti 500kw.

Selain itu, Kepala PLN Rayon Selatpanjang, Asmardi, juga mengatakan saat ini teknisi dari wilayah sedang mengambil panel kubikel dari Tanjung Uban Kepulauan Riau, untuk dibawa ke Selatpanjang. ***