BENGKALIS, GORIAU.COM - Kebakaran kembali terjadi di Bengkalis. Kali ini menimpa rumah permanen dua lantai di Jalan Bantan, Gang Karet, ludes terbakar, Minggu (28/4) sekitar pukul 05.00  WIB. Api diperkirakan berasal dari arus pendek listrik.

Sebagian besar perabotan rumah milik Raja Afrizon ini ludes terbakar, kecuali isi kamar dan sebagian isi dapur yang berhasil diselamatkan. Raja Afrizon sendiri saat kejadian sedang berada di Pekanbaru. Yang tinggal istri, anak-anaknya, mertua serta beberapa orang saudaranya.

Istri Afrizon, Liza terlihat tabah menerima ujian tersebut. Yang penting baginya, anak-anak dan orang tuanya berhasil keluar dari rumah saat api mulai membesar. Ditanya asal mula api, menurut Liza berasal dari kamar anaknya bagian depan. Hanya saja kata Liza, saat kejadian anak-anaknya tidur di kamar utama bersama dirinya. Sedang ibunya dan saudara yang lain tidur di kamar yang lain. Padahal lampu dan AC di kamar anaknya dalam kondisi mati.

''Saya tiba-tiba saja terbangun saat melihat ada kobaran api di kamar anak saya dan asap sudah memenuhi ruangan rumah. Yang terpikir saat itu hanya membangunkan anak-anak dan orang tua agar keluar rumah. Saat kejadian ibu saya sedang salat subuh,'' ujar Liza didampingi anak-anaknya.

Setelah semua keluarga keluar rumah, ia coba mencari pertolongan tetangga sekitar rumah. Sejumlah warga yang mendengar jeritan minta tolong beramai-ramai keluar rumah seraya berusaha memberikan pertolongan.

'Saat saya lihat dari balik jendela, api mulai membakar bagian dalam rumah. Saya langsung keluar menghubungi siapa saja untuk meminta pertolongan pemadam kebakaran. Saya sempat ke Kantor Kesbang, saya pikir posko pemadam masih disana,” ujar Nurin tetangga korban.

Selang tidak begitu lama, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Api yang sudah membakar sekitar 85 persen rumah berhasil dijinakkan.

''Beruntung saat kebakaran tadi kondisi sedang gerimis dan tidak ada tiupan angin. Tak terbayang kalau angin juga sedang kencang, mungkin ceritanya akan lain. Terlebih kondisi rumah yang terbakar dengan yang lain sangat rapat,'' ujar H Samiran, tetangga Afrizon.

Tetangga lainnya, Evi Suryati tak kalah panik. Wartawan Riau Pos tersebut baru sadar saat anaknya Jihan membangun dirinya dan pintu rumahnya digedor sejumlah tetangga.

''Saya betul-betul panik, kebetulan suami saya tidak di rumah, tidur dirumah mak di Bantan. Saya langsung selamatkan surat-surat penting seperti ijazah anak saya dan lainnya,'' kata Evi yang terlihat masih gemeteran.

Beruntung kata Evi, regu pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) segera tiba di lokasi sehingga api yang sempat menjilat atap rumahnya berhasil dipadamkan.

Selain regu pemadam BPBD-Damkar, sejumlah warga juga terlihat membantu melakukan pemadaman. Terlihat juga Kabid Damkar Suiswantoro ikut membantu anggotanya. Belum diperoleh angka pasti berapa kerugian yang dialami pemilik rumah, diperkiraan sejumlah warga kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Selain bangunan rumah yang terbakar hampir 90 persen, sejumlah perabotan juga banyak yang hangus.

Tokoh masyarakat setempat, Asriyalmi mengaku khawatir atas keselamatan regu pemadam saat berjibaku melakukan pemadamam. Para petugas tersebut tidak mengenakan pekaian lengkap sesuai standar tim pemadam kebakaran, seperti helm, masker oxigen dan lainnya.

''Kelengkapan standar tim pemadam itu penting. Hal seperti ini harus menjadi perhatian serius kepala BPBD-Damkar dan para pengambil kebijakan lainnya. Tim pemadaman harus aman dulu sebelum melakukan tugas di lapangan. Jangan sampai adik-adik yang bertugas ini terancam nyawanya,'' pintanya.(jfk)