
PEKANBARU - Masalah klasik perkotaan seperti drainase tersumbat dan distribusi bantuan yang luput dari pantauan kini ditangani dengan strategi jemput bola. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho resmi mengubah pola kerja jajarannya dengan menerjunkan langsung ratusan pegawai ke tingkat Rukun Warga (RW), Rabu (3/6/2026).
Langkah itu diwujudkan melalui peluncuran program satu Aparatur Sipil Negara (ASN) satu RW yang dipusatkan di Lapangan Belimbing. Para abdi negara tersebut ditugaskan untuk menyerap langsung berbagai keluhan masyarakat, mulai dari rusaknya fasilitas umum hingga persoalan infrastruktur dasar.
Tidak hanya mengandalkan tenaga administratif, pemerintah kota turut memperkuat armada di lapangan dengan menempatkan 10 petugas Operasional dan Pemeliharaan (OP) di setiap kecamatan. Pasukan ini memikul tanggung jawab harian menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan tidak ada saluran air yang dibiarkan mampet.
Kehadiran ASN di masing-masing wilayah diharapkan mampu memangkas panjangnya jalur birokrasi saat warga ingin melapor. Para petugas pendataan ini diwajibkan menjadi penanggung jawab utama yang menyuplai laporan langsung ke meja wali kota.
"Jadi kami mendapatkan informasi lebih cepat, tentang kondisi terkini di seluruh kecamatan," papar Agung.
Fokus krusial lainnya adalah sinkronisasi data penerima bantuan sosial. Seluruh pegawai diminta jeli melihat kondisi ekonomi warga di wilayah tugasnya masing-masing agar penyaluran jaring pengaman sosial tepat sasaran.
"Apabila memang belum dapat bantuan, nanti kita data. Kita upayakan, bantuan yang mana bisa mereka salurkan," tambahnya.
Menyusul kesuksesan di Kecamatan Bina Widya dan Sail, program ini resmi diperluas ke Kecamatan Tuah Madani, Bukit Raya, Marpoyan, dan Lima Puluh. Agar program berjalan optimal, pimpinan daerah menegaskan akan memonitor langsung setiap pergerakan dan kinerja ASN di lapangan. ***