PEKANBARU - Peningkatan drastis jumlah suspek Demam Berdarah Dengue (DBD) memicu reaksi cepat dari jajaran kesehatan Provinsi Riau. Pemerintah secara tegas memperingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya ancaman penularan di lingkungan tempat tinggal.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli meminta seluruh pihak segera merapatkan barisan. Pemantauan kurva suspek menunjukkan lonjakan yang tidak bisa dianggap remeh saat memasuki pertengahan tahun ini.

"Kondisi ini menunjukkan masih tingginya potensi penularan DBD di beberapa wilayah dan perlunya penguatan kewaspadaan dini serta respons cepat di lapangan," tegas Zulkifli, Ahad (7/6/2026).

Penambahan temuan suspek yang paling mencolok terlihat nyata di Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Kota Pekanbaru, dan Dumai. Mengantisipasi ledakan jumlah pasien di fasilitas kesehatan, dinas terkait di masing-masing wilayah langsung menginstruksikan para kader jumantik untuk menyisir setiap permukiman.

Pemantauan jentik secara berkala kini diandalkan sebagai senjata utama memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk. Edukasi mengenai bahaya genangan air di sekitar rumah juga terus diedarkan secara masif lewat berbagai saluran promosi kesehatan daerah.

Langkah pencegahan ini turut melibatkan koordinasi lintas sektor yang menyentuh tingkat kecamatan, kelurahan, hingga pihak sekolah dasar. Semua elemen masyarakat dituntut aktif melaporkan setiap temuan kasus demam tinggi mencurigakan melalui fasilitas pelayanan medis terdekat agar mendapat penanganan segera. ***