SELATPANJANG, GORIAU.COM - Seharusnya menjelang perayaan Imlek 31 Januari mendatang masyarakat Tionghoa akan bersuka cita, tapi tidak dengan keluarga Eng Tat (45). Warga Jalan Pengaram No 11 RT03 RW02 Selatpanjang Kota ini dirundung duka yang mendalam setelah Istrinya Neti (37) ditemukan tewas tergantung di dapur rumahnya.

Menurut Eng Tat, ketika ditemui di kediamannya, Sabtu (25/1/2014) pagi mengatakan, Ia baru menyadari sewaktu turun dari lantai dua sekitar pukul 06.50 Wib.

"Ketika saya turun dari lantai 2, saya lihat dia sudah terikat dan tergantung di sini," kata Eng Tat sambil menunjukkan tempat Neti tergantung, yaitu di samping kamar mandi dan rak pinggan.

Ditambahkan Eng Tat lagi, sewaktu melihat istrinya sudah tergantung, Ia langsung membuka semua pintu sambil berteriak minta tolong sama tetangganya. Kemudian, setelah diturunkan kata Eng Tat pula, langsung dibawa ke Dokter Joko, untuk diberikan pertolongan.

"Sudah diturunkan dibawa ke tempat Joko, namun kata Joko Istri saya sudah tidak bernyawa dan disuruh bawa pulang saja sekitar pukul 07.50 Wib," kata Eng Tat sambil menangis.

Pantauan GoRiau.com, di kediaman Eng Tat, terlihat Neti terbujur kaku di atas sebuah kasur saat diidentifikasi oleh tim dari rumah sakit. Neti mengenakan baju berwarna orange muda, kuku kaki berwarna biru, mengenakan jam tangan, dan ada bekas luka di tenggorokan perempuan berambut pirang itu. Setelah diukur, Neti tergantung di tali yang berjarak 2,10 meter dari lantai.

Sementara itu, di luar rumah Neti, salah seorang keluarga korban yang enggan menyebutkan namanya mengatakan selama ini hubungan antara Eng Tat dengan Neti sangat harmonis. Bahkan semalam, Jumat (24/1/2014) Neti masih membelai-belai rambut Eng Tat sambil mengatakan bahwa Eng Tat mulai ubanan.

"Selama ini hubungan mereka baik-baik saja," katanya kepada GoRiau.com.

Namun demikian, diakui abang sepupu Neti ini lagi, sebelumnya Neti sempat berkali-kali mencoba melakukan bunuh diri, salah satunya dengan mencoba memotong urat nadinya namun masih terselamatkan. Untuk itu, mereka pula menebak bahwa Neti ada gangguan jiwa. Sebab, kalau dari segi ekonomi, keluarga Eng Tat dan Neti tidak mungkin susah, meski anaknya kuliah di Batam, tapi itu dibiayai adiknya.

"Dia tidak membiayai anaknya kuliah, mereka hanya hidup berdua, jadi tak mungkin ada himpitan ekonomi. Bahkan setiap kali lebaran, mereka (Eng Tat dan Neti, red) selalu mendapat kiriman uang dari keluarganya," katanya lagi.

Saat berita ini diterbitkan sekitar pukul 10.00 Wib, pihak rumah sakit dan kepolisian sedang melakukan identifikasi di TKP. Barang Bukti berhasil diamankan berupa tali gantungan, satu unit Hp merk Nokia dan kursi yang diduga tempat Neti memanjat sebelum tergantung. Sementara motif gantung diri ini belum bisa dipastikan.(zal)