
BAGANSIAPIAPI, GORIAU.COM - Korban salah tembak oleh petugas kepolisian Polsek Bangko, Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil), Riau kembali lagi terjadi. Korbannya adalah Muhammad Abdul Gani (8) yang merupakan siswa kelas 2 SDN 003.
Gani menjadi korban peluru nyasar polisi tersebut ketika terjadi aksi kejar mengejar antara polisi dengan residivis pada hari Sabtu (17/10/2015) sore.
Informasi yang dihimpun, Muhammad Abdul Gani sewaktu kejadian pergi menuntut ilmu ke Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (PDTA). Sementara, petugas sedang mengejar residivis pelaku curat bernama Aziz yang baru keluar dari lapas sedang berada di Jalan Perwira Ujung tepatnya di Simpang Pajak ikan pelabuhan Hulu Kelurahan Bagan Hulu.
Mendapat informasi tersebut, anggota Polsek Bangko melakukan pengejaran terhadap pelaku dan langsung menuju TKP pelaku dengan cara memepet pelaku. Ketika itu, pelaku sedang berboncengan motor dengan temannya.
Mengetahui dirinya sedang diincar polisi, pelaku sempat melakukan perlawanan dengan cara menodongkan pisau. Salah satu petugas kepolisian, Briptu Suryadi Lubis kemudian mengejar pelaku. Karena sudah dalam keadaan terkepung, kemudian pelaku menyandera Gani yang sedang berjalan dipinggir jalan dengan sebilah pisau.
Khawatir dengan keselamatan korban, Briptu Lubis mengeluarkan tembakan kearah kaki pelaku. Tapi pelaku menghindar akhirnya mengenai kaki korban dan pelaku kemudian melarikan diri. Melihat kaki korban mengeluarkan darah anggota Opsnal langsung membawa ke RSUD Bagansiapiapi untuk mendapatkan perawatan medis terhadap korban.
Hendri, Orang tua korban sempat 'shock' mengetahui anaknya tertembak timah panas. Dirinya hampir pingsan saat ingin melihat kondisi anaknya yang sedang dirawat di RSUD.
Saat ini, peluru yang bersarang di kaki Gani sudah keluar. Namun, ia terus menangis dengan wajah pucat menahan sakit.
"Kalau memang tidak sengaja, tolong pulihkan psikologi anak kami. Karena menurut saya anak saya masih trauma," kata Hendri.
Sementara itu, Kapolsek Bangko Kompol Nurhadi Ismanto, SH, SIK sangat cemas dengan kejadian tersebut. Bersama dengan dua orang anggota DPRD dan tokoh masyarakat, Kapolsek sudah bertemu dengan orang tua korban untuk menjelaskan kronologis kejadian.
"Untuk biaya perawatan dan pengobatan kita tanggung dan juga permohonan maaf kita kepada orang tua korban," ungkap Nurhadi.(amr)