KAMPAR - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi didekat kawasan Sungai Hijau, Kampar, Riau diduga akibat dari ulah manusia.

Sebagaimana diungkapkan Kepala Operasi BPBD Kampar, Adi Chandra Lukita, bahwa dari penelusuran timnya, kejadian kebakaran yang terjadi didekat kawasan Sungai Hijau ini disebabkan karena ulah manusia. Api yang membakar lahan timbul karena dibakar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

"Ini kita ketahui dari adanya patahan kayu yang masih basah di lokasi dan juga bekas di-roundup," ungkapnya, Selasa (6/4/2021).

Namun kata Adi, saat pemadaman dilakukan sudah tidak ada tampak orang yang membakar. Daerah di sekitar kawasan wisata Sungai Hijau merupakan daerah dengan karakteristik semak kering, kawasan ini mudah terjadi kebakaran.

"Kita mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Saat kondisi panas terik, semak kering sangat mudah terjadi kebakaran," pungkasnya.

Sebelumnya, peristiwa Karhutla di Kampar menghantui daerah wisata Sungai Hijau atau Desa Salo Kecamatan Salo, Senin (5/4/2021).

Ada delapan titik api di Desa Salo Kecamatan Salo tersebut ludes dilalap api. Total lahan seluas 1,5 hektare ludes terbakar dalam kejadian kebakaran lahan tersebut.

Kebakaran lahan ini terjadi di sekitar Jalan Lingkar Bangkinang dan mengepung sebagian kawasan tempat wisata Sungai Hijau Desa Salo, Kecamatan Salo.

Selain itu, dihari yang sama kejadian kebakaran juga terjadi di daerah Dusun Bencah Kering Desa Ridan, Kecamatan Bangkinang Kota. Di lokasi ini api menghabiskan lahan semak belukar seluas 2 hektare.***