PEKANBARU, GORIAU.COM - Seorang tersangka kasus penganiayaan bernama Ramos Simanjuntak meningga dunia akibat penyakit komplikasi. Ia sempat mendekam di tahanan Polsek Rumbai, Pekanbaru.
''Tersangka Ramos meninggal dunia akibat anemia dan epilesi yang diderita oleh yang bersangkutan,'' kata Kapolres Pekanbaru Kombes Pol Adang Ginanjar kepada wartawan di Pekanbaru, Senin (23/9/2013).
Ia menjelaskan, Ramos Simanjuntak meninggal pada Ahad (22/9) di RS Bhayangkara Polda Riau, Pekanbaru. Pria 33 tahun itu merupakan tersangka penganiayaan terhadap anaknya sendiri yang baru berusia 16 tahun, sesuai No. Lp 199/VI/2013 tanggal 29 Juni 2013.
Sebelumnya, tersangka Ramos diamankan petugas Polsek Rumbai pada tanggal 29 Juni saat tersangka sedang melakukan pemukulan terhadap korban yang merupakan anaknya sendiri di pinggir jalan tepatnya KM 16 Rumbai. Dua orang personil kepolisian, yakni Bripka N. Butar Butar dan Bripka SP Gurning juga menjadi korban dari tersangka.
Bripka SP Gurning sempat dicekik lehernya oleh tersangka hingga tersungkur di tanah, dan mencoba merebut senjata api petugas. "Tersangka Ramos tidak terkendali, maka petugas menembakan pistol ke kaki tersangka," ujarnya.
Kapolres mengatakan, tersangka Ramos sempat menjalani perawatan di RS Bhayangkara dua kali semenjak dilakukan penahanan oleh Polsek Rumbai. Penahanan pertama pada 23 Juni sampai 16 Juli, sedangkan yang kedua pada tanggal 23 Agustus sampai dengan tersangka meninggal dunia.
"Adapun keterangan dari pihak dokter rumah sakit, korban meninggal dikarenakan penyakit komplikasi anemia dan efilepsi berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dan bahwa korban sudah dua kali keluar masuk rumah sakit dalam rangka berobat dengan penyakit yang sama," ujarnya.
Kemudian, hasil intrograsi teman satu kamar tersangka Ramos di ruang tahanan Polresta Pekanbary, yakni Erison Hutaruk dan Rusli Hasibuan, tersangka Ramos pernah bercerita kepada teman sekamar sel, ia mengalami sakit pada kepala karena jatuh kamar mandi. Selain itu, tersangka juga mengalami sakit pada kakinya yang terkena tembakan.
"Jadi yang bersangkutan meninggal karena sakit yang dideritanya, bukan karena luka tembak," ujarnya. ***