
PEKANBARU, GORIAU.COM - Sebagai orang nomor satu di Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Brigjen Dolly Bambang Hermawan secara tegas menyatakan bila dalam penerimaan calon anggota Polri tahun 2015, Polda Riau melaksanakan secara bersih, ketat, akuntable dan transparan. Untuk itu, Kapolda tidak ingin jika ada ditemukan pihak yang mencoba dengan cara KKN.
"Jangan nanti ada yang tiba-tiba telpon saya, atau telpon polisi lainnya, minta tolong dibantu agar anak, saudara atau apa itu, supaya bisa lulus dalam seleksi penerimaan. Dari awal sudah ditegaskan, tidak ada KKN. Kami melaksanakannya dengan transparan dan terbuka," tegas Kapolda Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan.
Ini disampaikan Brigjen Dolly, didepan 2.893 calon Taruna Akpol, Brigadir dan Tamtama Polri serta para wali dan orang tua, saat menggelar penandatanganan Pakta Integritas, di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Senin (4/5/2015).
"Kalau memang hasil seleksi tidak lulus, saya tidak bisa membantu. Siapapun dia. Panitia seleksi diawasi seluruh bidang, tidak hanya polisi saja. Ini sebagai jaminan agar hasil seleksi bisa dipertanggungjawabkan dan bebas dari praktek KKN," terangnya, Senin (4/5/2015).
Untuk penerimaan tahun 2015 ini, sambungnya, Polri sengaja menggelar secara serentak, dimana calon hanya diperbolehkan mendaftar satu pihan saja, yang sudah dilaksanakan pada 8 April hingga 2 Mei 2015. Menurut sata Polda Riau, ada 2.893 orang calon Taruna Akpol, Brigadir dan Tamtama Polri.
Dirincikan, untuk pendaftar Akpol (Akademi Kepolisian) sekitar 198 orang, dimana 186 diantaranya pria dan 12 lainnya wanita. 2.340 orang untuk Brigadir, dimana 1994 diantaranya pria, dan 346 wanita. Terakhir 355 orang untuk Tamtama. (had)