PEKANBARU, GORIAU.COM - Sebuah kapal Tangker bernama lambung Joaquim yang dalam perjalanan dari Tanjung Pinang, Kepri, menuju Langkawi Malaysia, jadi sasaran lima orang perompak saat berada di wilayah hukum negara Diraja Malaysia. Kapal ini mengangkut minyak Mentah 3.500 Metrik Ton senilai 700 ribu dolar US.

Informasi yang dirangkum GoRiau.com di Kepolisian Daerah (Polda) Riau, kapal ini jadi sasaran kawanan perompak pada Minggu (9/8/2015) sekitar pukul 12.30 WIB, pada posisi 02.03'.237" U-101.59'.486" T atau wilayah perairan Port Dickson Malaysia. Para perompak tersebut berhasil menaiki tangker dengan menggunakan boad pancung dan langsung merapat sisi kiri kapal.

Sambil menodongkan senjata api dan senjata tajam, kawanan perompak menyandera seluruh Anak Buah Kapal (ABK) yang berjumlah delapan orang. Usai itu, mereka diduga menguras muatan minyak dan menyalinnya ke kapal lain. Bahkan uang makan awak kapal juga dirampas lalu merusak generator kapal agar tidak bisa digunakan.

Usai itu, para perompak langsung meninggalkan Kapal Joaquim, sementara para ABK dikunci disebuah ruangan di dalam kapal. "ABK yang terunci ini akhirnya berhasil meloloskan diri dari jendela kapal dan berusaha menghubungi police Malaysia dengan menggunakan radio kapal," ujar Kapolres Bengkalis, melalui Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Senin (10/8/2015).

Mendapat informasi tersebut, Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Kabupaten Bengkalis dan Lanal Dumai segera bergerak ke titik koordinat, dimana kapal tangker tersebut terdeteksi berada di perairan perbatasan Rupat Indonesia dengan Malaysia. Awak kapal pun diselamatkan dan dibawa ke Dumai, sementara untuk kapal yang rusak ditangani patroli Combat Lanal Dumai dan KRI Clurit mabes TNI AL. (had)

"Perompakan tersebut terjadi di wilayah hukum Malaysia. Namun temuan kapal ini berada di tiga mil wilayah Bengkalis. Maka kita (Satpolair Polres Bengkalis) berkoordinasi membantu evakuasi awak kapal berjumlah delapan orang, semuanya selamat dan dibawa ke Dumai," jawab AKBP Guntur di ruang kerjanya.