
BENGKALIS-Seorang nelayan warga Desa Teluk Papal, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis meninggal dunia akibat kapal pompongnya ditabrak tanker di perairan Desa Muntai, Selat Malaka, Senin dini hari tadi (13/6/2022).
Korban meninggal atas Zulhelmi alias Sueng . Sementara dua rekannya selamat. Kecelakaan laut ini bermula dari kapal pompong yang mereka gunakan untuk menangakap ikan ditabrak tanker subuh tadi di perairan Desa Muntai, Selat Malaka.
Kepala Desa Teluk Papal, Lakuning Ratno saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa kecelakaan laut yang menewaskan wargannya ini. Menurutnya, ketika orang warganya ini berprofesi sebagai nelayan. Saat kejadian naas tersebut, korban bersama kedua rakannya seperti biasa pergi menangkap ikan dengan kapal pompong.
“Korban sempat diselamatkan oleh kedua rekannya. Namun nyawanya tidak tertolong lagi karena kakinya patah. Sementara dua rekannya, Azman dan korban Nazri selamat dari kecelakaan maut yang menenggelamkan kapal pompong tersebut,” ujarnya.
Dipaparkan Kades Papal, mayat korban pada awalnya akan dibawa ke pantai Wisata Raja Kecik Muntai Barat atau Posal. Namun tidak jadi, kemudian mayat dinaikkan di jembatan Kuala Muntai dekat navigasi.
“Sekira pukul 10.00 WIB mayat korban laka laut dievakuasi ke darat untuk dibawa mobil jenazah disaksikan oleh 2 orang korban yang selamat, Kepolisian, Posal, Tim Medis Puskesmas Pambang dan warga sekitar,” ujar Lakuning.
Kronolois
Dikatakan salah seorang nelayan Desa Muntai, Ismail, pada Minggu (12/6/2022) pukul 21.00 WIB korban berangkat mencari ikan (menjaring) menggunakan kapal pompong dari Sungai Abun Jalan Jendral Sudirman Desa Bantan Sari.
“Sampai di perairan laut Desa Muntai Kecamatan Bantan, korban langsung menebar jaring dan menunggu beberpa jam lalu menarik jaring, kemudian korban menebar jaring lagi. Lalu korban istirahat sambil menunggu jaringnya, tertidur di dalam kapal pompong,” ungkap saksi mata, Ismail.
Antara pukul 03.30-04.30 WIB tiba-tiba korban Azman terbangun dan melihat kapal tanker sudah dekat sekali dengan kapal pompong korban dan secara sepontan korban Azman melompat ke laut. Tangker langsung menabrak kapal pompong korban hingga tenggelam. Sedangkan kapal tagker tidak berhenti atau tetap jalan meninggalkan korban, kemudian korban Azman dan korban Nazri mengapung di laut dan beberapa saat naik ke atap kapal pompong yang sudah tenggelam namun atap kapal pompong masih mengapung.
Azman dan Nazri berusaha mencari korban Suhelmi alias Suwing dan beberapa saat korban ngapung sambil berkata “tolong , kaki aku patah". Mendengar suara tersebut, Azman dan Nazri berusaha membantu korban Suhelmi naik ke atas atap kapal pompong. Namun beberapa saat kemudian Suhelmi sudah tidak bergerak lagi.***