SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kantor Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Meranti baru ada satu tenaga psikolog dan itupun merupakan pekerja sukarela.
Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala KP3AKB Kepulauan Meranti Syarifah Zumah kepada GoRiau.
Kata Syarifah Zumah, meski saat ini mereka belum ada tenaga psikolog (yang sifatnya tetap dan bekerja di KP3AKB), namun beberapa kasus terhadap anak dan perempuan bisa dituntaskan tanpa mendatangkan psikolog dari Provinsi Riau. Pasalnya, saat ini di KP3AKB sudah ada psikolog yang sifatnya tenaga kerja sukarela.
"Kemarin ada psikolog yang melamar di kantor kita. Mengingat keterbatasan anggaran, kita mengajak dia untuk membantu dan sifatnya tenaga sukarela," kata Syarifah.
Menurutnya pula, tenaga psikolog itu bagus dan bisa bekerja. Hal itu terbukti saat si psikolog mendamping puluhan orang tua siswa yang diamankan karena ugal-ugalan saat konvoi kelulusan SMP di Meranti beberapa waktu lalu.
"Waktu itu dia sudah mulai menunjukkan kerja yang bagus. Dia mendampingi puluhan orang tua siswa," ujar Syarifah lagi.
Selain itu, ada beberapa kasus juga ditangani oleh psikolog tenaga sukarela ini.
Dapat disampaikan, sebelumnya KP3AKB Meranti terpaksa mendatangkan tenaga psikolog dari Provinsi Riau untuk mendampingi atau menangani permasalahan pada perempuan maupun anak di Meranti. Namun, untuk saat ini kedua masalah baik perempuan dan anak sudah bisa memanfaatkan tenaga psikolog dari Kepulauan Meranti.
(zal)