PEKANBARU – Dugaan korupsi senilai 1 kuadriliun yang menyeret petinggi Pertamina menjadi perhatian serius Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Riau. Ketua PW KAMMI Riau, Febriansyah, dalam wawancara pada Rabu (19/3/2025), mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya kasus korupsi di Indonesia, khususnya di sektor energi.

Maraknya kasus korupsi di Indonesia, hampir di semua lini, harus menjadi perhatian khusus oleh presiden sebagai panglima pemberantasan korupsi. Sulit mencapai kesejahteraan dan keadilan jika korupsi sudah menjadi budaya. Menanggapi dugaan korupsi di Pertamina, Febriansyah menegaskan bahwa koruptor yang bersembunyi di balik jabatan sebagai pegawai BUMN harus dihukum berat. Presiden harus turun tangan karena sektor minyak menyangkut ketahanan nasional dan hajat hidup rakyat Indonesia.

Kasus ini harus diungkap secara transparan. Sistem impor minyak yang mengharuskan peran broker menjadi celah bagi praktik korupsi. Jika mekanisme ini masih berjalan, maka perbaikan tata kelola akan sulit terwujud. Tata kelola Pertamina juga harus diperbaiki. KAMMI Riau tetap mendorong agar Pertamina menguasai bisnis hilir minyak di Indonesia. Jangan sampai perusahaan asing mengambil alih distribusi dan penjualan minyak karena ini menyangkut ketahanan dan kedaulatan nasional.

Febriansyah menegaskan bahwa KAMMI Riau akan terus mengawal perbaikan tata kelola dan tata niaga di Pertamina. Ia juga menekankan bahwa perbaikan ini bukan sekadar pergantian pemain dalam bisnis impor minyak, tetapi harus menjadi langkah nyata dalam pemberantasan korupsi. Harus dipastikan bahwa ini bukan hanya pergantian broker impor minyak, tetapi benar-benar perbaikan sistem yang menghilangkan peluang korupsi.

KAMMI Riau berharap perbaikan tata kelola dan penegakan hukum yang tegas dapat mencegah kasus serupa terjadi di masa mendatang, terutama di sektor energi yang sangat krusial bagi Indonesia. ***