PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Seorang pemulung tewas ditempat saat mencari barang rongsokan di lokasi bekas Pasar Sorek yang terbakar. Peristiwa naas itu sendiri berlangsung disaat hari berangsur gelap, sekitar pukul 17.40 Wib, Sabtu (6/4/2013).

Korban bernama Koera Era Daili, tewas setelah tertimpa bangunan bekas gedung Pasar Sorek yang runtuh. Namun adik korban dan satu temannya yang sama-sama pemulung berhasil selamat dari gedung roboh itu.

''Sebenarnya warga sudah sering mengingatkan mereka. Melihat fisik bangunan yang sudah rentan dan rapuh. Tetapi pemulung masih terus mencari barang bekas disitu, sejak pasar terbakar beberapa bulan lau," terang Zulfian Idris (38), seorang saksi mata via selulernya, Minggu (7/4/2013).

Zulfian mengatakan bahwa masyarakat di sekitar bekas pasar itu tidak peduli lagi dengan aktifitas para pemulung. Selain sudah sering diperingati tak juga diindahkan, pencari barang bekas pun datang silih berganti.

Namun menjelang mahgrib, tiba-tiba suara mirip gemuruh terdengar dari arah rentetan bangunan dan ambruk seketika. Warga langsung berhamburan mendekati runtuhan dan melihat dua orang pemulung yang masih anak-anak histeris.

Kedua bocah itu meminta warga menyelamatkan kakaknya yang tertimpa bangunan. Warga yang melihat langsung panik, mencari posisi korban Koera tertimbun bekas ruko. Sambil berjaga-jaga jika bangunan lain yang berderet ikut ambruk, masyarakat mengangkat sisa materil bekas bagunan. Akhirnya korban ditemukan dengan kondisi mengenaskan dan tubuh penuh luka. Bocah 12 tahun itu pun telah menghembuskan nafas terakhir sebelum ditemukan warga. Bersama polisi dan warga, korban pun dibawa ke Rumah Sakit terdekat untuk divisum.

''Kita juga sudah sering meminta kepada pemerintah agar menghancurkan bangunan itu secepatnya. Karena kondisinya sudah tidak bagus dan mengancam bahaya pengguna jalan atau warga. Tetapi tak kujung didiratakan. Setelah menelan korban baru dilakukan diratakan,” tambah warga Sorek lainya, Zulkarnaidi (37) dengan kesal.

Kapolsek Pangkalan Kuras, Kompol Imam Seno membenarkan kejadian menimpa pemulung malang itu. Namun pihaknya menyimpulkan, peristiwa itu murni kecelakaan tunggal akibat kelalaian para korban dan tidak ada unsur kesengajaan dari pihak mana pun. Bangunan yang ambruk yaki bekas ruko berada di tepi jalan lintas, deretan sebelah kanan jika menghadap pasar naas itu. Polsek langsung berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk menghancurkan dan meratakan ratusan gedung lainnya pascaterbakar beberapa bulan lalu. Agar tidak menimbulkan masalah atau korban jiwa lagi.

Dikatakan Kapolsek Imam Seno, korban tidak sendirian disekitar gedung sebelum tumbang. Korban bersama adik dan temannya yang mencari kara-kara. Ketiganya melihat besi angker gedung yang timbul keluar dan berinisiatif mengambilnya, agar bisa dijual. Dengan beberapa alat penokok serta gunting besi, ketiganya mulai mencungkil beberapa besi bulat berkarat itu. Semakin banyak besi angker, yang berfungsi menahan gedung, diambil bangunan using itupun bertambah oleng. Namun korban bersama rekannya tidka peduli. Alhasil, ruko itupun benar-benar ambruk dan menimpa korban.

“Saat gedung ambruk, korban berlari ke belakang gedung, sedangkan temannya lari ke depan. Padahal, ruko robohnya ke belakang dan menimpa korban. Korban mengalami luka parah pada bagian kepala belakang, kedua telinga dan hidung mengeluarkan darah. Mulai dari leher hingga badan banyak memar. Kemudian. Kedua kaki mengalami luka koyak dan mendapat belasan jahitan. Pihak keluarga telah menjemput dan mengebumikan korban,” tambah Imam Seno.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Dosperindagpas), Zuherman Das tidak berhasil dikonfirmasi terkait status dan rencana pemerintah terhadap pasar lama Sorek Satu yang luluh lantak oleh sijago merah Oktober tahun lalu. Beberapa panggilan ke nomor ponselnya tak mendapat respon dari ujung telpon. Pesan singkat yang dikirimkan juga tak kujung berbalas hingga berita diturunkan. Demikian juga dengan Camat Pangkalan Kuras, Dahnil.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan dari Darah Pemilihan (Dapil) Pangkalan Kuras, Abdul Muzakir menyayangkan kejadian tewasnya warga akibat runtuhnya bagunan pasar lama itu. Meskipun kelalaian dipihak korban, seharusnya peristiwa naas itu tidak terjadi jika langkah cepat dan tepat diambil oleh pemerintah terkait bekas pasar sorek satu itu. Seperti melakukan pemagaran lokasi pasar hingga merobohkannya jauh-jauh hari sebelum roboh sendiri oleh waktu.

“Dinas terkait dalam hal ini Disperindagpas kurang peka atau kepeduliannya minim terhada kondisi pasar. Pasalnya, sejak dua bulan lalu kami bersama warga dan tokoh masyarakat meminta ke Disperindagpas untuk meratakannya. Namun Dina meminta warga unbtuk menungggu dan tunggu punya tunggu akhirnya roboh sendiri dan menelan korban jiwa,” tutur ketua Rukun Warga di Sorek Satu ini.

Anggota Komisi A DRPD juga pernah menyampaikan masukan serupa kepada perangkat kelurahan dan pemerintah kecamatan, jauh sebelum tumbang dan menimbun korban. Tetapi gayung tak kunjung bersambut hingga hari kejadian, akhirnya beberapa alat berat langsung diturunkan meratakan bangunan di areal bekas pasar tak berbekas. Kondisi ini menjadi evaluasi dan sekaligu pelajaran bagi Pemkab Pelalawan, apalagi menyangkut nyawa manusia.

Politisi Golkar ini mengakui, Peda telah mencanangkan lokasi bekas pasar untuk dibangun kembali. Tahun depan, pasar semi modern akan berdiri diatas lahan milik Pemda itu dengan anggaran diperkirakan hingga belasan miliar. (ilm)