
PEKANBARU, GORIAU.COM - Sejumlah seniman di Riau mendatangi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Riau untuk mempertanyakan sejumlah program satker tersebut yang dinilai banyak tidak bermanfaat dan tepat sasaran, Kamis (4/9/2014).
Namun sayang, keinginan mereka untuk bertemu dengan Kadisbudpar Riau, Said Syarifudin tidak tercapai. Karena yang bersangkutan beralasan sakit gigi. Mereka hanya disambut Sekretaris Disbudpar Riau, Abdul Khair.
"Pak Kadis tidak bisa hadir dalam pertemuan ini, karena lagi sakit gigi," kata Abdul saat menjamu para seniman di Ruang Muara Takus Disbudpar Riau.
Seniman sekaligus budayawan Riau, Hang Kafrawi, yang turut hadir dalam penyampaian aspirasi tersebut menyayangkan keberangkatan para pejabat di lingkup Disbudpar Riau ke Jerman.
Kegiatan itu dinilai hanya menghambur-hamburkan anggaran saja. Sementara masih banyak kesenian dan kebudayaan di Riau yang harus dikembangkan. Salah satunya sepertu Gedung Seni Idris Tintin yang terbengkalai.
Gedung yang dibangun dengan anggaran Rp160 miliar tersebut semakin parah dan butuh perhatian lebih dari pemerintah. Dimana atap banyak yang bocor, penerangan tidak bagus, AC mati, beberapa bagian bangunan sudah dimakan rayap dan berbagai hal lainnya.
"Kami tidak mempermasalahkan keberangkatan, tetapi yang kami sayangkan tidak adanya perhatian Disbudpar Riau untuk perkembangan kesenian dan kebudayaan di Riau," kata Hang Kafrawi.
Dosen Fakultas Budaya Universitas Lancang Kuning (Unilak) ini juga mencontohkan seperti Festival Senin di Sungai Bokor yang dilakukan setiap tahunnya hampir tidak pernah mendapat bantuan dari Disbudpar.
"Para seniman menjalankan festival hanya dengan dana sendiri. Acara sukses tetapi kami harus melunasi hutang," ujarnya.
Fedli, seniman lainnya juga mempertanyakan program-program Disbudpar Riau yang tidak pernah tepat sasaran. Banyak kegiatan yang dibuat tetapi tidak pernah melibatkan seniman-seniman Riau yang seharusnya sangat bersentuhan dengan kegiatan yang dibuat.***