TELUKKUANTAN - Seorang Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau dilaporkan ke polisi.

Adalah Madi Warmanto, Ketua BPD Pulau Deras Pangean. Pelapornya bukan orang lain, melainkan penjabat Kepala Desa (Kades) setempat yang menjadi mitranya dalam menjalankan roda pemerintahan.

Langkah hukum yang diambil Pj Kades Pulau Deras Aswandi merupakan tindak lanjut dari penjualan aset desa yang diduga dilakukan Madi.

"Iya, kita sudah terima laporannya pada Sabtu lalu," ujar Kapolres Kuansing AKBP Hengky Poerwanto melalui Kasat Reskrim AKP Andi Chakra, Selasa (19/11/2019) siang di Telukkuantan.

Dikatakan Andi, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan atas kasus yang dilaporkan Pj Kades tersebut.

"Sedang kita lidik terkait penjualan aset desa berupa mesin genset," ujar Andi Chakra.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Madi menjual mesin genset merk Caterpilar dengan harga Rp20 juta. Alasan penjualan untuk pembangunan masjid desa tersebut.

Mesin genset tersebut merupakan bantuan dari Pemprov Riau dengan pagu anggaran sekitar Rp500 juta. Lalu, pada awal Oktober, Madi menjual mesin tersebut.

Pemprov Riau mengetahui penjualan mesin tersebut dan meminta Madi mengembalikannya. Setelah diberi tenggang waktu, ternyata mesin genset tidak dapat. Karena itu, Pj Kades melaporkan ke Polres Kuansing.***