TELUKKUANTAN – Hasil musyawarah cabang (Muscab) IV Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau pada Oktober 2021 merekomendasikan dua nama sebagai calon ketua, yakni Sardiyono dan Zulhendri.

Namun, Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP menunjuk Darmizar sebagai Ketua DPC PPP Kuansing. Hal itu berdasarkan SK yang diterbitkan DPP PPP nomor 0452/SK/DPP/C/I/2022 tentang pengesahan susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Kuansing masa bakti 2021 - 2026.

SK tersebut diteken langsung Ketua Umum DPP PPP, Suharso Monoarfa bersama Sekjen DPP PPP HM Arwani Thomafi pada 27 Januari 2022.

Dari dokumen yang diterima GoRiau.com, susunan dan personalia pengurus harian DPC PPP dengan Darnizar sebagai ketua, Jendri Masrita sebagai sekretaris dan Naswan sebagai bendahara.

Keputusan DPP ini mendapat perlawanan dari kader PPP di Kuansing. Mereka tidak terima dengan keputusan DPP yang menetapkan Darmizar sebagai ketua. Karena itu, para kader mengundurkan diri.

"Kami sepakat untuk mengundurkan diri dari DPC PPP Kuansing," ujar Asriyon DH, kader PPP Kuansing yang datang ke DPW Riau, Senin (14/2/2022) pagi. Mereka datang mengantarkan surat pengunduran diri.

Dikatakan Asriyon, nama dirinya bersama kader lain dicatut dalam SK kepengurusan DPC PPP Kuansing. Sebab, mereka tidak pernah diminta kesediaan menjadi pengurus di bawah kepemimpinan Darmizar.

"Kami mengundurkan diri dengan alasan tidak pernah sama sekali diminta persetujuan untuk masuk kepengurusan DPC periode 2021 -2026," ujar Asriyon.

Dengan pengunduran diri ini, Asriyon bersama kader lain berharap Suharso Monoarfa merevisi SK DPC PPP Kuansing, tentunya dengan mengeluarkan nama-nama yang sudah mengundurkan diri.

"Kami akan menyampaikan tembusan surat pengunduran diri ini ke KPU Kuansing, Bawaslu Kuansing dan Kesbangpol Kuansing," tutup Asriyon.***