
TELUKKUANTAN – Kabut asap tipis menyelimuti Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, pada Selasa (11/8/2026). Kondisi ini menyusul rentetan peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda beberapa titik di wilayah Kuansing dalam beberapa hari terakhir.
Dari pantauan GoRiau.com, asap tipis mulai terlihat mengganggu jarak pandang sejak pagi hari, diiringi cuaca terik yang menyengat. Kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir, seiring melonjaknya karhutla.
Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan (Satpol PP PKP) Kabupaten Kuansing, Riokasyterwandra, membenarkan adanya sejumlah insiden kebakaran lahan yang ditangani oleh personelnya bersama tim gabungan.
Kebakaran terbesar baru-baru ini terjadi pada Senin (10/8/2026) sore di Desa Titian Modang Kopah. Lahan seluas sekitar 4 hektar hangus terbakar sebelum berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
"Laporan masuk pada pukul 14.53 WIB, dan tim bergerak ke lokasi sejauh 15 kilometer dengan mengerahkan dua unit armada pemadam. Pemadaman selesai sekitar pukul 18.20 WIB," ujar Riokasyterwandra kepada GoRiau.com, Selasa (11/8/2026) di Telukkuantan.
Kerugian material akibat kebakaran di Desa Titian Modang Kopah diperkirakan mencapai Rp300 juta, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Sebelumnya pada Jumat (7/8/2026), dua insiden kebakaran lahan juga melanda dua lokasi terpisah di Kuansing. Kebakaran lahan seluas 1,5 hektar terjadi di Desa Kasang Limau Sundai, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, serta lahan seluas 1,5 hektar lainnya di Desa Pulau Jambu, Kecamatan Cerenti.
Berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, kedua kejadian pada Jumat tersebut dipicu oleh kelalaian masyarakat saat mengelola lahan.
Proses pemadaman di seluruh lokasi melibatkan kolaborasi antara personel Satpol PP PKP Kuansing, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Trantib kecamatan, serta masyarakat setempat.
Meskipun seluruh titik api berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi kejadian saat ini terkendali, sisa-sisa material terbakar dan cuaca panas dinilai berkontribusi terhadap munculnya lapisan kabut asap tipis di kawasan Teluk Kuantan dan sekitarnya.
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari pembersihan lahan dengan cara membakar, serta mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
"Kita mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan," kata Riokasyterwandra mengakhiri.***