
TELUKKUANTAN – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengepung wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, pada Senin (24/8/2026). Partikel asap yang teramat tebal membuat sinar matahari pagi sepenuhnya gagal menembus atmosfer kota Telukkuantan dan sekitarnya.
Kondisi buram yang membatasi jarak pandang ini memuncak setelah wilayah tersebut diselimuti kabut asap tipis selama sepekan terakhir. Memasuki awal pekan ini, tingkat ketebalan asap meningkat drastis hingga memicu kepanikan warga yang hendak memulai aktivitas harian.
Selain menghalangi pandangan, paparan asap pekat tersebut juga membawa bau sangit yang tajam dan menyengat. Warga mengeluhkan rasa perih pada mata serta iritasi pada saluran pernapasan dan hidung tak lama setelah terpapar udara luar.
Situasi lingkungan kian memburuk seiring dengan hembusan angin kencang yang membawa suhu udara terasa lebih panas. Kondisi cuaca ekstrem ini mempercepat penyebaran partikel berbahaya di sepanjang wilayah Kuansing.
Pemkab Kuansing menegaskan bahwa indeks pencemaran udara telah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Otoritas lingkungan hidup mengonfirmasi bahwa konsentrasi polutan di udara telah melampaui ambang batas aman bagi kesehatan manusia.
"Kualitas udara saat ini tidak sehat," tegas Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing, Doddy Fitrawan, kepada GoRiau.com, di Telukkuantan.
Doddy mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk segera membatasi aktivitas di luar ruangan dan tetap berada di dalam rumah. Bagi warga yang terpaksa berpergian, ia meminta agar wajib mengenakan masker pelindung serta memperbanyak konsumsi air putih guna meminimalkan dampak buruk polusi udara kiriman dari wilayah tetangga tersebut.***