
BENGKALIS, GORIAU.COM - Kabut asap yang menyelimuti Bengkalis semakin parah saja dan udara sudah dikategorikan tidak sehat lagi. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, Dinas Pendidikan Bengkalis mengembail kebijakan meliburkan siswa PAUD, TK dan SD, mulai besok. Belum diputuskan sampai kapan libur diberlakukan, tergantung situasi kabut asap.
Sekretaris Dinas Pendidikan Bengkalis, Hj Erna Susilowati, Senin (4/3/2014), mengungkapkan, keputusan meliburkan siswa Paud,TK dan SD ini diambil setelah Dinas Pendidikan menerima surat imbauan dari Dinas Kesehatan Bengkalis agar meliburkan siswa karena kondisi asap di wilayah kabupaten Bengkalis kecuali Rupat, sudah menunjukan kondisi sangat tidak sehat dan berbahaya bagu kesehatan manusia.
"Sebelumnya kita belum berani mengambil kebijakan untuk meliburkan siswa karena untuk harus ada dasarnya untuk mengambil keputusan tersebut. Setelah ada surat resmi dari Dinas Kesehatan terkait kondisi asap yang sudah membahayakan kesehatan, kita baru bisa mengambil kebijakan untuk meliburkan siswa. Namun hanya untuk siswa PAUD, TK dan SD. Sementara siswa SMP dan SLTA tetap sekolah, tapi harus menggunaman masker," ujar Erna.
Kebijakan meliburkan siswa ini, tambah Erna lagi, sudah disampaikan ke seluruh UPTD Disdik untuk ditindaklanjuti. Kapan libur ini akan berakhir, tegantung kondisi cuaca.
Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis Moch Sukri ketika dihubungi membenarkan jika pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Dinas Pendidikan dan Kemenag Bengkalis untuk meliburkan siswa SD/ MI, TK dan PAUD, karena pada usia tersebut sangat rentan sekali terjadinya gangguan kesehatsn ajibat polutan debu/asap, terutama pada pagi hari saat anak-anak berangkat ke sekolah.
Sementara untuk siswa SLTP/Madrasah, SLTA/Aliyah diminta untuk menggunakan masker saat berangkat ke sekolah dan tidak melakukan aktifitas fisik atau berolahraga di luar kelas.(jfk)