BENGKALIS, GORIAU.COM - Kepala Dishub Kominfo Kabupatn Bengkalis, H Arman AA, mengingatan seluruh pengusaha transportasi untuk tidak memaksakan diri jika memang kondisi di lapangan tidak memungkinkan. Baik itu jalur transportasi darat maupun laut.
''Kita sudah mengingatkan para nakhda dan supir angkutan darat untuk tidak memaksakan diri jika memang kondisi di lapangan tidak memunginkan. Dishub juga melakukan koordinasi dengan Syahbandar, untuk sama-sama memantau kondisi di lapangan,” ujar Kadishub.
Kondisi asap tebal terjadi saat pagi atau sebelum pukul 12.00 siang. Jika saat itu jarak pandang tidak normal dan sekira membahayakan, sebaiknya keberangkatan ditunda.
''Sama dengan transportasi udara, ketika kondisi cuaca sedang tidak bagus, penerbangan ditunda beberapa jam. Kita harapkan pelayaran di laut juga seperti itu, kalau pagi tak memungkinkan maka berangkat agak siang. Yang paling paham itu tentunya nakhoda, makanya kita berharp nakhoda juga koordinasi dengan syahbandar,” harap Arman.
Kabut asap yang terjadi kali ini dinilai paling parah jika dibanding dengan kabut-kabut yang pernah terjadi sebelumnya. Hampir tidak ada celah untuk menghindar dari asap, karena asap sudah masuk ke rumah bahkan masuk ke kamar tidur.
Aktivitas transportasi laut dari Dumai-Selatpanjang juga terganggu. Seperti disampaikan agen Batam Jet Bengkalis, Yani Sakiman, jarak pandang di laut hanya 20 meter.
Kondisi tersebut sangat tidak baik untuk berlayar. Menyikapi persoalan tersebut, perusahaan pelayaran dengan trayek Dumai-Batam tersebut menggunakan alat navigasi canggih. ''Sejak kabut asap menebal beberapa hari lalu, Batam Jet sudah menggunakan alat Navigasi canggih,'' kata pengusaha yang akrab disapa Aben ini. (jfk)