PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Pelalawan menargetkan daerah itu dalam beberapa tahun kedepan bakal tiada lagi anak tak bersekolah guna menuju 'zero' kebodohan. Untuk mencapai hal tersebut, pihak pemkab mulai memantapkan program pendidikan nasional yang bermutum

"Hal itu adalah untuk memenuhi ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan dan kepastian dalam memperoleh layanan pendidikan di tingkat SMP," kata Kadisdik Pelalawan MD Rizal, S.Pd, M.Si, usai menghadiri Peringatan Hardiknas di lapangan sepak bola Pangkalan Kerinci, Kamis (2/5/2013).

Upaya pemantapan inin kata dia, dilakukan seiring Rencana Strategis (Renstra) Departemen Pendidikan Nasional tahun 2010-2014, maka program-program Direktorat Pembinaan SMP itu dikelompokkan menjadi delapan kategori.

"Program-program tersebut dilaksanakan dengan tiga cara, yaitu dikelola oleh Pusat, melalui mekanisme dekonsentrasi dan melalui DAK," ujarnya.

Sementara itu, lanjut dia, sasaran dari kegiatan itu adalah para pengambil kebijakan dan pengelola kegiatan perluasan dan peningkatan mutu pembelajaran SMP (Dekonsentrasi), pengelola program BOS Provinsi dan pengelola program DAK Kabupaten/Kota.

MD Rizal mengatakan, program tersebut selain untuk memantapkan program pendidikan nasional yang bermutu, maka program ini digelar guna menentukan kuota Bantuan Siswa Miskin (BSM) di seluruh Kabupaten se-Indonesia.

Sehingga, kata dia, dengan adanya penetapan kuota BSM tersebut, penerapan pendidikan menuju Zero DO dapat dilakukan.

"Dengan adanya kuota BSM ini, maka penerapan program pendidikan menuju Zero DO dapat dilakukan," ujarnya.

Berdasarkan data dari Pemerintah Pusat, sambungnya, saat ini khusus kabupaten Pelalawan diketahui hanya menerapkan program belajar 8 tahun. Dengan demikian, dengan adanya penerapan program pendidikan gratis 12 Tahun yang akan dilaunching oleh Bupati Pelalawan HM Harris pada bulan April mendatang, maka di Kabupaten Pelalawan tidak akan ada lagi anak sekolah yang mengalamiputus sekolah.

"Sehingga, penerapan program pendidikan menuju Zero Kebodohan atau Zero Drop Out dapat segera dilakukan. Misalnya, jika kita dari Kabupaten Pelalawan, kuotaBSM-nya mendapat 5000 orang siswa maka 5000 orang siswa ini akan kita data untuk mendapatkan sekolah full gratis, sehingga para siswaini tidak akan mengalami DO saat menjalani proses sekolahnya," ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk saat ini pihak Disdik Pelalawan tengah melakukan sosialisasi program sekolah gratis kepada pihak Kemendikbud.

Untuk saat ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi agar progaram sekolah gratis benar-benar bisa terlaksana dengan baik.

 

"Intinya pelaksanaan ini berkaitan dengan program pendidikan sekolah gratis Pelalawan, sehingga tidak ada lagi anak yang putus sekolah dan dapat menuju Zero DO," pungkasnya.(ilm)