
BENGKALIS, GORIAU.COM - Wilayah Bengkalis dan Bantan sudah sepekan ini tidak lagi mengalami pemadaman bergilir menyusul sudah beroperasinya mesin pembangkit dengan daya 1,8 MW. Namun demikian, di luar pemadaman bergilir, masih terjadi gangguan-gangguan jaringan yang bisa memicu blackout (pemadaman mendadak/total).
Manajer PLN Ranting Bengkalis, Andhy Prasetiawan kepada wartawan, Selasa (30/12/2014) mengatakan, total daya dari seluruh mesin pembangkit yang beroperasi sekarang sudah sama dengan beban puncak yaitu dalam kisaran 15 MW.
''Beban puncak kita hitung berdasarkan total kebutuhan listrik di Bengkalis dan Bantan, termasuk lampu-lampu jalan atau lampu sorot,'' ujar Andhy.
Beberapa waktu lalu, sambung Andhy, dengan kerusakan mesin pembangkit milik rekanan, PLN mengalami defisit daya sebesar 1,8 MW. Desifit tersebut sudah teratasi dengan datangnya mesin pengganti sebesar 2 MW.
''Kemampuan mesin tersebut 2 MW, tapi sesuai kontrak antara kita dengan pihak rekanan, kekurangan itu hanya 1,8 MW,'' ujarnya.
Walau saat ini pemadaman bergilir sudah teratasi, menurut Andhy, bukan jaminan tidak akan ada pemadaman, karena gangguan-gangguan jaringan masih saja terjadi. Ganggung jaringan dimaksud tutur Andhy, bisa karena faktor cuaca terutama saat ini musim hujan diiringi dengan angin kencang.
''Adanya pohon-pohon yang tumbang dan menimpa jaringan listrik PLN, akan memicu terjadinya pemadaman,'' katanya.
Selain faktor cuaca, gangguan jaring juga terjadi karena faktor manusia, seperti layang-layang yang nyangkut di jaringan listrik. Layang-layang tersebut bisa memicu blackout apabila menyebabkan hubungan pendek antar kabel listrik.
''Benang yang melilit jaringan kalau kena hujan kan basah, itu bisa menyebabkan hubungan singkat,'' katanya seraya berharap kepada warga yang hobinya bermain layang-layang agar tidak bermain di sekitar jaringan listrik.
Terakhir, pemadaman masih memungkinkan terjadi kalau mesin yang ada sekarang mengalami gangguan, karena daya yang dihasilkan sekarang sama dengan beban puncak. Di sisi lain, pihak rekanan belum menyiapkan mesin cadangan.
''Ada tiga unit mesin milik pihak rekanan yang belum selesai diperbaiki. Sehingga saat ini tidak ada mesin cadangan yang stand by. Sewaktu-waktu kalau mesin rusak maka akan memicu pemadaman bergilir. Namun, harapan kita janganlah sampai terjadi,'' ujarnya.(jfk)