SIAK - Jumlah tim Indonesia memang lebih sedikit dari tim luar negeri dalam balap sepeda pada Tour de Siak 2017. Namun tim negeri ini kuat dan diyakini meraih juara sehingga berhasil merebut uang tunai sebesar Rp 662 juta.

"Tim Indonesia cukup kuat walaupun tim kita lebih sedikit dari tim luar negeri. Tapi, kita kuat dan Insya Allah kita menang," kata rice Derecter, Sondi Sampurno, dari Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), saat jumpa pers usai technical meeting di Zamrud Room, Komplek Abdi Praja, Selasa (28/11/2018).

Dalam Tour de Siak ini, kata Sondi, ada 14 tim yang ikut. Rinciannya, 8 tim dari luar negeri dan 6 tim dalam negeri. Setiap tim terdiri dari 5 orang, dan total keseluruhan pembalap sepeda sebanyak 70 orang.

"Dalam iven ini, selain pembalap mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 662 juta, juga mendapat point," ujar Sondi.

Bagi Indonesia sendiri, khususnya Siak, ucap Sondi, jelas kegiatan olahraga pariwisata ini mengangkat potensi daerah. Karenanya setiap tahun diharapkan terus meningkat.

Sekjen PB ISSI, Jadi Raja Gukguk, menambahkan, bahwa ada empat sukses yang hendak mereka petik dalam helat Tour de Siak. Yakni, sukses penyelengara, sukses prestasi, sukses administrasi, dan sukses ekonomi.

"Sukses ekomoni, ada yang diperoleh masyarakat. Mereka tidak dilibat tapi sudah melibatkan diri dengan sovenir yang dijual," kata Jadi.

"Kami sangat mengapresiasi Pemkab Siak karena Tour de Siak ini sudah internasional race dan menuju internasional full race," sambung Jadi.

Ibrahim Umar, Pimpinan Wasit Tour de Siak dari Malaysia, pada kesempatan itu mengatakan, salah satu penyebab Tour de Siak ini diminati karena tim mendapat point hingga nantinya bisa ke perhelatan lebih besar lagi seperti olimpiade.

Terkait masalah tim Indonesia kuat dan bisa meraih kemenangan, diakui Ibrahim. Namun katanya dalam perlombaan ini juga ada per orangan.

"Ya, tim Indonesia memang kuat. Tapi belum tentu untuk kategori per orangan," ucap Ibrahim.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Siak, Fauzi Asni, yang juga selalu ketua panitia Tour de Siak, mengatakan, bahwa konsep promosi wisata ini tidak serta merta pelancong langsung datang namun memberi tau kepada wisatawan bahwa di Siak ada kelender wisata Tour de Siak.

"Tak bisa langsung bisa tau berapa jumlah kunjungan wisatawan manca negara dan domestik, konsep promosi tidak demikian. Kita tidak akan pernah jera untuk mempromosikan distinasi wisata Siak dalam berbagai kreasi kegiatan," ungkap Fauzi.

Terkait masalah hadiah, Fuazi menjelaskan, memang totalnya sebesar Rp 662 juta, dan ini belum dipotong pajak.

Sebagai mana diketahui, adapun enam tim nasional yang ikut Tour de Siak 2017 yakni, KFC Bike Team, Perusahaan Gas Negara (PGN) Bike Team, Custom Cycling Club (CCC), Banyuwangi Road Cycling Counity (BRCC), United Bike Kencana (UBK) dan BSP-Siak.

Sedangkan delapan tim internasional yakni Kuala Lumpur (Malaysia), Go For Gold (Filipina), Selangor (Malaysia), CCN Cycling Team (Laos), Sapura Cycling Team (Malaysia), PCS Cycling Team (Belanda), VIB Cycling Team (Bahrain) dan UPCT Brunei Cycling Team (Brunei Darussalam).***