
JAKARTA, GORIAU.COM - Bakal Calon Gubernur Riau yang juga Bendahara Umum DPP PAN, H. Jon Erizal, SE, MBA, mengatakan dunia usaha memerlukan kepastian hukum dan keamanan. Tanpa kepastian hukum dan keamanan dunia usaha tidak akan berjalan. Namun untuk menjaga keamanan tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian karena jumlahnya terbatas. Karena itu, peran civil society sangat diharapkan.
Hal itu disampaikan Jon Erizal dalam ceramahnya di depan 1.500 peserta Diklat Nasional Kamtibmas dan Telematika yang dilaksanakan Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri di Jakarta, Selasa (9/4/2013). Pengusaha nasional ini memaparkan tentang pengaruh Hankam dan Kamtibmas terhadap pembangunan ekonomi Indonesia. Selain Jon Erizal, juga tampil menjadi pembicara pengusaha Hasjim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo Subianto.
Menurut Jon Erizal, fundamental ekonomi Indonesia saat ini tergolong sangat kuat. Angka kemiskinan dan pengangguran terbuka dalam lima tahun terakhir terus berkurang. Inflasi terjaga. Pendapatan perkapita terus meningkat. Diproyeksikan pada tahun 2025 income perkapita Indonesia mencapai 15.500 US Dollar. Untuk saat ini saja, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua setelah Tiongkok.
Tentu saja cerita diatas akan berbeda jika faktor non-ekonomi berupa keamanan dan ketertiban tidak diurus dengan baik. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban tersebut, tidak bisa seluruhnya dibebankan kepada Polri. Lembaga ini punya keterbatasan, terutama sumber daya manusia. Oleh karena itu, kata Jon Erizal, diperlukan wadah dari kelompok civil society yang bisa menjadi katalisator antara masyarakat dan Polri. ''Disinilah peran penting Senkom sebagai Mitra Polri,'' ujarnya.
Jon Erizal mengatakan yang dibutuhkan dunia usaha saat ini adalah kepastian hukum dan jaminan keamanan. Ia berharap Indonesia tidak mengulangi tragedi 1998, dimana kerusuhan terjadi hampir merata di Indonesia. Seluruh pengamat luar negeri berpendapat bahwa Indonesia akan menjadi negara gagal, bahkan hancur. Tetapi Tuhan berpendapat lain, setelah 15 tahun berlalu, bangsa ini mampu bangkit bahkan menjadi kekuatan ekonomi dunia yang diperhitungkan.
Karena itu, menurutnya, Senkom bisa menjembatani kebutuhan dasar masyarakat akan rasa aman dan menjadi ujung tombak Polri dalam menjaga stabilitas teritori. ''Gerakan civil society seperti Senkom ini harus didukung dan dijadikan model strategi partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban,'' ujarnya. (rls)