JAKARTA - Calon presiden Amerika Serikat Joe Biden meraih suara terbanyak dalam pemilihan umum yang berlangsung sepanjang pekan lalu. Dia mengalahkan calon petahana Donald Trump dan dipastikan melenggang ke Gedung Putih.

Dalam pidato kampanyenya, Joe Biden kerap menceritakan bagaimana hubungan dia dengan sang ayah, Joseph R. Biden Sr. Ada satu pesan dari ayah Joe Biden yang amat mengena baginya.

"Ayah saya selalu berkata, 'tolok ukur keberhasilan seorang pria bukan dari seberapa sering dia dijatuhkan, melainkan seberapa cepat dia bangkit'," ucap Joe Biden seperti dikutip dari Marie Claire. Terpuruk dan bangkit lagi, itu pula yang Joe Biden lakukan sepanjang hidupnya.

Sejatinya, ayah Joe Biden adalah orang kaya. Dia punya hobi berlayar di lepas pantai New England, berburu, ikut lomba balap mobil, dan menerbangkan pesawat. Namun Perang Dunia II membuat kondisi ekonomi keluarga mereka terpuruk. Akhirnya Joseph Biden Sr. menjadi sales mobil bekas.

Besar dalam keluarga sederhana, Joe Biden terus sekolah hingga lulus perguruan tinggi dan meniti karier politik. Kehidupan pribadi dan cerita pekerjaannya seolah saling bertumbukan satu sama lain. Terutama ketika Joe Biden kehilangan istri pertama, Neilia Hunter dan anaknya, Naomi Christina akibat kecelakaan mobil.

Ayah Joe Biden meninggal pada 2002. Pesan inspiratif dari Joseph R. Biden Sr. membuat Joe Biden tak patah semangat dalam menjalani lika-liku kehidupannya. Pengalaman pribadi juga membuat Joe Biden amat memperhatikan isu kesehatan dan pelayanan untuk penyandang disabilitas. Jadilah kuat dan segera bangkit dari keterpurukan.

Kisah Hidup Joe Biden yang Penuh Duka

Joe Biden memiliki kisah hidup yang menarik untuk diketahui. Ia pernah menjadi senator termuda kelima AS, sering dirisak saat masih kecil, hingga kehilangan istri dan putrinya yang tewas akibat kecelakaan serta satu anaknya lagi yang wafat akibat tumor.

Ia lahir di Scranton, Pennsylvania, pada 20 November 1942. Ketika berusia 13 tahun, keluarga Biden pindah ke Delaware.

Semasa kecil, Biden kerap diejek oleh teman -temannya karena gagap saat bicara. Mereka menjuluki Joe sebagai "tanda pisah" dan "Joe yang terhambat".


Joe menempuh pendidikan tingginya di Universitas Delaware dan mengambil jurusan Ilmu Sejarah dan Politik. Ia melanjutkan kuliahnya di Syracuse University Law School. Saat berlibur di Bahama, ia bertemu Neilia Hunter yang akan dinikahinya pada 1966.

Karier politik Joe dimulai pada 1970 saat memutuskan bergabung dengan Partai Demokrat. Pada tahun 1972, Partai Demokrat Delaware mendorong Biden yang berusia 29 mencalonkan diri sebagai senator melawan inkumben J. Caleb Boggs. Ia berhasil menang dan menjadi senator termuda kelima di AS.

Saat perjalanan hidupnya sedang di atas angin, Biden harus menerima kenyataan pahit seminggu sebelum Natal 1972. Istri dan ketiga anaknya mengalami kecelakaan mobil. Neilia Hunter dan putrinya Naomi Biden tewas. Sementara dua putranya, Joseph Beau Biden dan Hunter Biden luka parah.

Insiden ini sempat membuat Biden ragu melanjutkan perjalanannya sebagai senator Delaware. Namun ia memutuskan untuk menghormati warga yang telah memilihnya. Biden terpaksa melewatkan upacara pelantikannya sebagai senator baru di Washington. Sebagai gantinya ia disumpah di ruang perawatan anak-anaknya di rumah sakit.

Pada 1977, Biden menikah dengan istrinya saat ini, Jill Jacobs. Keduanya dikaruniai seorang putri bernama Ashley Blazer.

Namun duka lagi-lagi menghampiri Biden. Putranya, Beau, meninggal dunia akibat tumor otak pada 30 Mei 2015.

Karier politik Joe Biden makin moncer saat ia menjadi Wakil Presiden ke-47 AS mendampingi Presiden Barack Obama sejak 2009-2017. Puncaknya dalam pemilu AS 2020 ia dan pasangannya, Kamala Harris, berhasil mengalahkan inkumben Donald Trump.

Di akhir-akhir masa kampanye, Biden sempat mengunjungi makam istri pertamanya, Neilia Hunter; putrinya, Naomi; dan putranya, Beau. ***