DURI, GORIAU.COM - Jelang siang kondisi kabut asap di Kecamatan Mandau yang terkenal dengan sebutan Kota Minyak di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, semakin pekat. Bencana kabut asap hingga saat ini belum ada penyelesaian dari pemerintah dan terkesan tutup mata. Hujan yang turun disejumlah wilayah di Provinsi, terkhusus di Kabupaten Bengkalis ternyata tidak mampu menghilangkan kabut asap.

Kabut asap yang menyelimuti Kecamatan Manadau, mengancam masyarakat mengalami gangguan pernapasan, seperti penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Berdasarkan laporan yang diterima Camat Mandau, H Hasan Basri dari PGPA PT Chevron Pasifik Indonesia distrik Duri, Sabtu (26/9/2015) sekitar pukul 07.30 WIB, kualitas udara di Mandau tembus 518 Psi. Kualitas udara tersebut sangat berbahaya jika dihirup oleh masyarakat.

"Kita ingatkan kepada masyarakat Mandau untuk menggunakan masker saat keluar rumah. Kurangi juga aktifitas diluar rumah," pesan Camat Mandau.

Ditempat terpisah,Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis, Arman AA kepada GoRiau.com, menjelaskan saat ini kondisi asap murni kiriman dari provinsi lain. Dimana angin dari selatan menuju utara, yang membawa asap hingga keseluruhan kecamatan di Kabupaten Bengkalis.

"Pantauan tadi pagi, tidak ada titik api di Kabupaten Bengkalis. Sekitar pukul 10.00 WIB, asap di Kota Bengkalis sudah mulai menipis, karena tertiup angin. Namun di Mandau, jelang siang asap semakin menebal," ujarnya.

Ia juga kembali mengingatkan masyarakat menggunakan masker saat keluar rumah. "Perbanyak minum air putih," imbuh Arman.(ric)