PEKANBARU, GORIAU.COM - Asap akibat kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) terus mengepung sebagian wilayah di Provinsi Riau, Sabtu (26/9/2015) pagi. Bahkan asap pekat dan berbau kian terasa, walau sudah berada di dalam rumah dan dengan kondisi pintu dan jendela tertutup.

Kepekatan asap di sejumlah daerah di Riau, salahsatunya Pekanbaru semakin mengkhawatirkan. Asap berbau tajam dan bikin sesak serta perih di mata tersebut masih berlangsung hingga pukul 09.30 WIB. Bahkan matahari terlihat berwarna orange, persis seperti beberapa pekan lalu, saat puncak asap pekat melanda Riau.

"Kayaknya makin parah, soalnya di dalam rumah kelihatan asapnya. Kami terpaksa menyalakan lampu dan mengurung anak-anak di kamar. Tapi tetap saja ada tercium bau asap. Anak-anak kami batuk beberapa hari ini. Kemarin cek ke dokter katanya kena ISPA," sebut ibu rumah tangga bernama Lisa Sartika kepada GoRiau.com.

"Mau sembunyi ke mana lagi kalau kondisinya sudah begini. Di dalam rumah pun masih terkena asap. Kemarin himbauannya jangan keluar rumah, ya gimana kalau asapnya itu yang justru sudah masuk (ke rumah). Pasrah aja mudah-mudahan asap berkurang," kata Lisa yang merupakan warga Rumbai Pesisir ini.

Data yang dirangkum GoRiau.com dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, asap terparah melanda Pelalawan dengan jarak pandang hanya 200 meter, Rengat 50 meter, Dumai 2.000 meter dan Pekanbaru 1.000 meter.

Kondisi ini sangat kontradiksi dengan titik panas di Riau, yang mana hasil pengamatan satelit Terra dan Aqua menyebut, kalau Riau nihil titik panas (hotspot). "Sepertinya ini dampak asap kiriman, karena pantauan kita Sumsel masih dominan dengan 55 titik panas," kata kepala BMKG, Sugarin. (had)