
SELATPANJANG - Distributor beras, tepung, dan gula pasir di Selatpanjang tak berani stok barang untuk keperluan menjelang Ramadan hingga Lebaran Idul Fitri 1438 H. Mereka khawatir ketika stok tersedia, beredar pula barang yang masuk dari luar negeri dan dijual lebih murah.
Kekhawatiran beberapa distributor di Selatpanjang itu sudah pernah disampaikan ke Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DisperindagkopUKM).
Seperti yang diakui Kadis PerindagkopUKM Herman MT, ketika sidak bersama Komisi II DPRD Kepulauan Meranti di Gudang Jalan Diponegoro dan Gudang Balam Jalan Tebingtinggi Selatpanjang. Waktu itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Meranti DR M Tartib MSi meminta ada stok barang jelang Ramadan hingga lebaran Idul Fitri 1438 H. Agar kebutuhan barang konsumsi untuk masyarakat terjamin.
Menanggapi permintaan M Tartib, H Herman mengatakan kalau Distributor tak berani stok barang. "Mereka khawatir, ketika stok barang, beredar pula barang sama yang berasal dari luar negeri. Tentu akan lama habis barang di gudang distributor," ujar Herman.
Kata Herman lagi, barang dari negeri tetangga misalnya gula, dijual lebih murah di Kepulauan Meranti, jika dibandingkan dengan gula yang didatangkan dari Jakarta. Sementara, kualitasnya lebih baik dari gula lokal. "Makanya mereka tak berani stok barang," beber Herman.
Saat peninjauan gudang, baik gudang Jalan Diponegoro dan gudang Gang Balam Jalan Tebingtinggi, dipastikan beras, gula, dan tepung, untuk masyarakat masih terpenuhi selama Ramadan. Meski tak sistem stok, tapi pasokan barang-barang dari Jakarta biasanya dilakukan di saat barang masih tersedia di Kota Sagu.
Berdasarkan data dari DiseperindagkopUKM Meranti, kebutuhan beras perbulan untuk masyarakat adalah 1.416.693 kg, gula pasir 1.133.528 kg, tepung terigu 22.584 kg, minyak goreng 193.699 kg, dan kacang tanah 3.909 kg. Konsumsi ini untuk 217.151 jumlah penduduk (jiwa) se Kepulauan Meranti.
"Tapi konsumsi bisa meningkat 50 persen saat puasa dan jelang lebaran," kata Herman. ***