
SIAK - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menaikkan bantuan sagu hati bagi veteran dan janda veteran sebesar 300 persen. Melalui kebijakan ini, nilai bantuan yang diterima naik menjadi Rp5 juta per orang.
Keputusan tersebut disampaikan dalam acara ramah tamah bersama Pengurus Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Siak, Angkatan 45, Pepabri, Wredatama, dan Warakawuri di Gedung Pendopo Datuk Empat Suku, Komplek Abdi Praja Rumah Rakyat, Ahad (16/8/2026). Bupati Siak, Afni Z bersama Wakil Bupati, Syamsurizal hadir langsung menemui para tokoh veteran tersebut.
Bantuan sagu hati ini disalurkan dalam dua tahap, yakni pada momentum HUT RI dan Hari Pahlawan Nasional. Saat ini, tercatat ada tiga orang penerima di Kabupaten Siak, yaitu Darmawi Chan (Veteran Perdamaian NKRI), Paimin (Veteran Pembela Dwikora), dan Sarinem (Janda Veteran Pejuang Kemerdekaan, almarhum Markadi).
Dalam pertemuan itu, Afni menyoroti pentingnya meneruskan semangat perjuangan otonomi daerah yang terinspirasi dari langkah pengorbanan Sultan Siak di masa lalu. Ia menilai pembangunan tidak boleh hanya tersentralisasi.
"Kalaulah pembangunan itu hanya berpusat pada satu obor saja, tidak akan ada itu Nusantara. Nusantara berasal dari banyak daerah, dan api pembangunannya harus ada di daerah-daerah karena kebutuhan rakyat kita beragam, bukan membutuhkan kebijakan yang seragam," urainya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa infrastruktur yang ada di Siak hari ini, seperti Jembatan Siak yang menelan APBD lebih dari Rp300 miliar, adalah warisan fondasi para pemimpin terdahulu sejak lahirnya undang-undang otonomi daerah tahun 1999. Mengelola daerah di tengah tantangan fiskal saat ini disebutnya sebagai bentuk perjuangan modern.
"Perang hari ini bukan tentang angkat senjata, tetapi tentang kepercayaan negara kepada kita. Kami yang muda ini hanya memohon, berikan hak daerah kami. Cuma itu yang kami perjuangkan," lanjutnya.
Ia juga telah menginstruksikan seluruh jajaran dinas di Pemkab Siak untuk memberantas praktik pungutan liar (pungli) guna memastikan pelayanan publik yang bersih.
"Menyerah bukan pilihan. Menghadapi kondisi ini, kami akan tetap istiqomah menyuarakan hak rakyat seberapa besar pun ancaman yang datang. Inilah komitmen kami sebagai anak cucu Sultan Siak," tegasnya.
Penghormatan di Masa Senja
Merespons kebijakan tersebut, Ketua PC LVRI Kabupaten Siak, Darmawi Chan menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian dari jajaran Pemkab Siak. Ia menilai, di tengah upaya efisiensi anggaran daerah yang sedang berjalan, pemerintah daerah tetap memprioritaskan kesejahteraan para veteran.
"Kepada Bupati Afni Zulkifli dan Wakil Bupati Syamsurizal, kami sampaikan terima kasih tulus dari lubuk hati terdalam. Di masa senja kami yang sudah tidak produktif dan menua ini, kami merasa mendapatkan tempat dan penghormatan yang sangat tinggi dari pemerintah daerah," ucapnya.
Darmawi menilai, kepedulian yang ditunjukkan oleh Pemkab Siak mencerminkan keluhuran budi Sultan Kerajaan Siak di masa silam yang rela menyerahkan harta dan tahtanya demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ***