PEKANBARU, GORIAU.COM - Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPT-PM) Kota Pekanbaru mencatat realisasi investasi Penanam Modal Asing (PMA) maupun Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) hingga menjelang akhir tahun baru mencapai Rp5,8 triliun. Jumlah ini jauh dari target di mana PMA sebesar Rp20 triliun dan PMDN Rp2,5 triliun.

Plt Kepala BPT-PM Kota Pekanbaru Drs. M. Jamil mengatakan, saat ini yang terealisasi baru sebesar Rp1,8 triliun modal dalam negeri dan Rp4 triliun modal asing. Jumlah tersebut belum seluruhnya tercapai dari rencana awal target investasi yang akan masuk ke kota Pekanbaru. Demikian juga belum semua dari nilai yang sudah didaftarkan investor mengambil foam isian untuk pengurusan izin pinsip di BPT-PM.

"Misalkan, masih ada lagi investasi dari modal asing yang kemarin itu sudah melapor nilainya Rp4 triliun belum menindaklanjuti realisasinya. Begitu juga modal dalam negeri masih belum sesuai target yang direncanakan pada awal tahun yakni Rp2,5 triliun, baru terealisasi Rp1,8 triliun," kata M. Jamil, Minggu (11/10/2015).

Diakui Jamil, pada awal 2015, gerakan pertumbuhan investasi di Pekanbaru melejit hingga 25 persen. Namun memasuki semester II agak melambat bahkan jalan ditempat. "Tahun ini kami mencatat ada 100 izin prinsif yang sudah diterbitkan naik jumlahnya dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 75 izin," tutur Jamil lagi.

Dia memperkirakan ada investor yang sudah berniat diawalnya menanamkan modal di Pekanbaru tahun ini. Tetapi harus menahan realisasi dikarenakan belakangan kondisi Kota Pekanbaru yang kurang kondusif akibat kabut asap yang berkepanjangan.

"Ini kondisi terparah sejak 18 tahun, dimana bandara lumpuh berbulan-bulan. Sehingga mengganggu perekonomian," tambahnya.

Jamil berharap disisa tahun anggaran ini realisasi investasi akan bertambah. Tetapi ini semua tergantung kondisi dan iklim Pekanbaru. Jika cepat berlalu maka masih ada waktu dua bulan menjelang tender dimulai, setidaknya ada harapan. Namun andai kondisi ini terus berkabut hingga Desember maka pupus harapan untuk mendongkrak capaian.

"Kami akan terus jemput bola menanyakan para investor atas tindaklanjut pengurusan yang mereka lakukan," tutupnya.(rls)