DUMAI – Agenda Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau di Kota Dumai menjadi momentum krusial bagi warga Kecamatan Bukit Kapur untuk menyampaikan langsung persoalan infrastruktur yang selama ini menghambat aktivitas harian mereka. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, memimpin langsung rombongan menuju Masjid Al Muqorrabin pada Kamis malam (26/2/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan terbuka tersebut, masyarakat Bukit Kapur menitipkan dua harapan besar. Pertama, terkait mendesaknya perluasan bangunan Masjid Al Muqorrabin guna mengakomodasi lonjakan jumlah jemaah yang kian hari kian padat. Kedua, warga menuntut perhatian serius pemerintah terhadap kerusakan jalan menuju SMAN 8 Dumai yang dinilai cukup mengganggu keselamatan dan kenyamanan para siswa dalam menempuh pendidikan.

GoRiau

Mendengar langsung keluh kesah tersebut, SF Hariyanto menegaskan bahwa kehadirannya di Dumai bukan sekadar menjalankan rutinitas seremonial tahunan. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen penuh untuk hadir sebagai pemberi solusi atas setiap janji pembangunan yang telah disampaikan kepada masyarakat.

GoRiau

GoRiau

“Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan keberkahan bulan Ramadan. Ini menjadi momentum bagi kami untuk bersilaturahmi sekaligus mendengar langsung aspirasi masyarakat. Pemprov Riau akan berusaha keras untuk menepati janji, mulai dari pembangunan masjid hingga perbaikan jalan,” tegas SF Hariyanto di hadapan para tokoh masyarakat dan jemaah yang hadir.

GoRiau

Mantan Sekretaris Daerah Riau ini menekankan bahwa infrastruktur pendidikan dan kenyamanan rumah ibadah adalah prioritas yang tidak bisa ditunda. Ia menginstruksikan dinas terkait untuk segera melakukan kajian teknis agar perbaikan akses menuju SMAN 8 Dumai dapat segera direalisasikan. Begitu pula dengan rencana pengembangan masjid, ia berharap sinergi antara anggaran provinsi dan kota dapat mempercepat proses pengerjaan.

GoRiau

“Mudah-mudahan dengan dukungan sinkron antara Pemprov dan Pemko Dumai, jemaah bisa lebih nyaman dalam beribadah ke depannya, dan anak-anak sekolah kita tidak lagi kesulitan melintasi jalan rusak untuk belajar,” tambahnya.

GoRiau

Kegiatan yang diawali dengan buka puasa bersama ini ditutup dengan tausiah agama dan doa bersama. Pertemuan tersebut membuktikan bahwa di balik kekhusyukan ibadah Ramadan, terdapat ruang dialog produktif yang mampu mencairkan sekat antara pemerintah dan rakyat demi kemajuan infrastruktur daerah. *** 

GoRiau

GoRiau

GoRiau

GoRiau