
JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melontarkan kritik keras kepada PT Pertamina (Persero) yang dianggap tak serius membangun kilang minyak baru. Menurutnya, kelalaian ini membuat Indonesia terus bergantung pada impor BBM dengan subsidi energi yang terus membengkak.
“Jadi kilang itu bukan kita enggak bisa bikin, tapi Pertaminanya malas-malesan saja,” ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Gedung DPR, Rabu (1/10/2025).
Ia menegaskan, ketergantungan impor membuat APBN terbebani puluhan miliar dolar setiap tahun. “Subsidi energi naik terus. Solar, diesel, banyak kita impor. Sudah berapa tahun, puluhan tahun, kita tidak pernah bangun kilang baru,” katanya.
Purbaya mengungkit janji lama Pertamina pada 2018 untuk membangun tujuh kilang baru dalam lima tahun. Hingga kini, tujuh tahun berselang, satupun kilang tak terealisasi. Padahal saat itu ada investor asal China yang bersedia membangun dengan skema pengalihan kepemilikan ke Pertamina setelah 30 tahun beroperasi. Tawaran tersebut ditolak dengan alasan Pertamina sudah punya rencana sendiri.
“Nyatanya, mereka bilang mau bangun tujuh kilang, sampai sekarang enggak ada. Jadi, DPR juga harus ikut kontrol mereka,” tegas Purbaya.
Ia menambahkan, insiden kebakaran di beberapa kilang Pertamina semakin menunjukkan lemahnya pengelolaan energi nasional. “Yang ada malah beberapa kilang dibakar. Kita rugi besar karena impor terus dari Singapura,” sindirnya.
Dalam APBN 2025, pemerintah menganggarkan subsidi dan kompensasi energi Rp498,8 triliun. Hingga Agustus, realisasi sudah Rp218 triliun atau 43,7 persen dari pagu. Konsumsi barang bersubsidi pun terus meningkat, mulai dari BBM, LPG 3 kg, listrik bersubsidi, hingga pupuk.
Purbaya mendesak agar pembangunan kilang segera diwujudkan untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus menekan beban APBN. “Kalau dibiarkan, negara rugi terus,” katanya menutup pernyataan. ***