SIAK - Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar memberikan peringatan keras kepada seluruh peserta pawai obor 1 Muharram 1448 Hijriah untuk tidak membuang sisa pembakaran ke Sungai Siak. Pesan tegas ini disampaikan dalam rapat persiapan menyambut Tahun Baru Islam di Zamrud Room, Komplek Rumah Rakyat, Kamis (11/6/2026).

Pemerintah daerah tidak ingin kegiatan keagamaan yang mengumpulkan massa dalam jumlah besar justru meninggalkan masalah baru bagi lingkungan hidup, terutama di sekitar aliran sungai kebanggaan masyarakat Riau tersebut.

Syiar Islam Sejalan Kelestarian Alam

Mahadar meminta panitia penyelenggara bekerja ekstra untuk mengawasi ribuan peserta yang memadati jalanan. Aspek kebersihan dan kelestarian lingkungan wajib menjadi prioritas utama sejak acara dimulai hingga selesai.

"Saya minta seluruh panitia dapat mengedukasi dan mengawasi peserta agar tidak membuang sisa atau bekas obor ke Sungai Siak. Kegiatan syiar Islam harus sejalan dengan kepedulian terhadap lingkungan," tegas Mahadar.

Melalui pengawasan ketat, kawasan wisata sejarah dan fasilitas umum yang dilalui barisan pawai dipastikan tetap bersih setelah rangkaian peringatan 1 Muharram berakhir.

Keamanan dan Ketertiban Rute

Selain kebersihan, rapat koordinasi tersebut juga menyoroti manajemen rekayasa keramaian. Agar tidak menimbulkan kemacetan atau insiden tidak diinginkan, seluruh pihak yang terlibat telah menyusun strategi pengamanan yang matang. Beberapa poin penting yang disepakati meliputi:

  • Pengawasan Berlapis: Panitia akan menempatkan petugas di titik-titik rawan sepanjang rute pawai.
  • Edukasi Peserta: Menyampaikan imbauan menjaga ketertiban sebelum peserta mulai berjalan membawa obor.
  • Kenyamanan Warga: Memastikan akses jalan bagi masyarakat umum tidak lumpuh total selama kegiatan berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Siak berharap ketegasan terkait aturan lingkungan dan ketertiban ini membuat pawai obor memberikan makna positif yang nyata bagi masyarakat luas. ***