
BENGKALIS, GORIAU.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bengkalis, Riau diingatkan agar tidak lagi menggunakan ruangan rawat inap yang ada untuk kantor pada tahun 2013 mendatang. RSUD harus membangun kantor yang terpisah sehingga ruangan rawat inap bisa digunakan oleh masyarakat yang berobat.
Ketua Ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abdillah, Kamis (22/11/2012) meminta manajemen RSUD harus segera mengajukan pembangunan kantor baru melalui mekanisme yang ada. Dan diharapkan Bappeda mempertimbangkan sekali kebutuhan yang mendesak tersebut.''Infomasi yang kita dapatkan, ruangan untuk manajemen mulai dari direktur, wakil direktur, bagian tata usaha serta operasional RSUD Bengkalis menggunakan ruangan rawat inap pasien. Jumlahnya mencapai 37 kamar. Ini harus dihentikan karena pelayanan ke masyarakat harus diutamakan,'' tegas Jamal Abdillah.Jamal meminta agar manajemen RSUD segera mengajukan anggaran untuk pembangunan sarana baru berupa kantor untuk manajemen RSUD. Tak kalah penting tukasnya, seluruh stakeholder harus mendukung pengembangan RSUD Bengkalis yang sudah berstatus type B tersebut termasuk pengalokasian anggaran.Politisi PKS ini juga meminta agar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bengkalis jangan asal main coret terhadap usulan yang disampaikan manajemen RSUD. Apalagi kebutuhan ruangan untuk operasional harus diadakan serta dialokasikan penganggarannya. ''Bappeda harus memisahkan mana yang urgen dan tidak. Apalagi informasinya manajemen RSUD pernah mengusulkan penambahan ruangan untuk operasi serta perkantoran, tapi kemudian dicoret. Kalau kawan-kawan di dewan pasti mendukung penambahan sarana dan prasarana di RSUD,'' papar Jamal.Di sisi lain ia juga mengaku prihatin dengan ruangan operasi bedah sentral yang hanya memiliki satu ruangan. Ketua DPRD termuda di Indonesia ini meminta supaya harus dilakukan penambahan ruangan operasi, agar operasi untuk kebidanan dengan penyakit dalam atau yang lainnya tidak berada dalam satu tempat, termasuk menghindari terjadinya antrian pasien ataupun dokter untuk pelaksanaan bedah.''Selain itu saya juga meminta manajemen RSUD pro aktif jemput bola untuk pemenuhan kebutuhan di RSUD, karena pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat merupakan bagian terpenting dari pembangunan daerah.Dengan besaran APBD yang ada sekarang, tidak ada masalah untuk penambahan sarana di RSUD,sedangkan perkantoran dinas baru yang sebenarnya tidak urgen dialokasikan anggarannya, apalagi untuk kebutuhan masyarakat,'' tambahnya. Di RSUD Bengkalis saat ini hanya memiliki satu ruangan untuk bedah sentral atau operasi pasien. Demikian juga halnya dengan ruangan untuk manajemen terpaksa harus memakai ruangan rawat inap pasien mencapai 37 kamar yang disulap menjadi ruang kantor. (jfk)