BENGKALIS, GORIAU.COM - Dari total kebutuhan pangan Riau, 44 persen harus disupport dari daerah lain. Angka tersebut, merupakan hasil perhitungan tahun 2011 dan masih memungkin meningkat jika program pengembangan pertanian tanaman pangan tidak menunjukkan perkembangan yang positif. Karena itu, Riau harus memanfaatkan semua potensi yang ada untuk peningkatan ketahanan pangan.

Demikian disampaikan Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Riau, Abdul Kadir Hamid pada rapat kerja Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkalis, Kamis (22/11/2012). Rapat diikuti pejabat  eselon III dari dinas maupun instansi terkait serta instansi lintas sektoral seperti TNI, Polri, Kejaksaan dan lainnya guna membahas berbagai isu-isu yang menyangkut ketahanan pangan di segala sektor. ''Kita harus bekerja keras memanfaatkan potensi alam guna meningkatkan ketahanan pangan. Apalagi Indonesia, khususnya Riau, termasuk daerah lintasan khatulistiwa yang memungkinkan sekali bagi pengembangan potensi alam, khususnya sektor pertanian,'' tuturnya.Selain menghadirkan Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Riau, Abdul Kadir Hamid, rapat juga menghadirkan perwakilan dari Badan Ketahanan Pangan Provinsi Riau, Siswandi yang juga membahas mengenai ketersediaan lahan pertanian sebagai pendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bengkalis, termasuk soal alih fungsi lahan yang mesti disikapi secara baik demi terwujudnya ketahanan pangan di berbagai sektor pertanian. Sementara Ketua Pokja Dewan Ketahanan Pangan Bengkalis, H Herman Mahmud yang juga Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Kabupaten Bengkalis menyebutkan, Pokja DKP telah dibentuk sejak tahun 2009 sampai saat ini terus bekerja dan berupaya menyelesaikan berbagai persoalan menyangkut ketahanan pangan, seperti mengenai ketersediaan bahan pangan, keamanan pangan, serta masalah-masalah yang dihadapi dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Bengkalis. ''Melalui rapat pokja ini kita mencoba untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi terkait ketahanan pangan. Tidak hanya sekedar bagaimana kita mencari solusi bagi meningkatkan ketahanan pangan, namun juga antisipasi serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam ketersediaan ketahanan pangan itu, seperti terjaganya keamanan pangan dan lain-lain,'' ujar Herman. (jfk)