PEKANBARU – Kondisi Jalan S.M Amin, Panam, Pekanbaru, khususnya di bagian ujung dekat Bundaran Songket, dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Selain dipenuhi lubang, kawasan tersebut juga gelap pada malam hari karena sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) tidak berfungsi.

Pantauan tim GoRiau.com pada Senin (23/2/2026) dini hari, kondisi jalan dari simpang keluar Stadion Utama Riau menuju Bundaran Songket terlihat rusak di beberapa titik. Lubang dengan kedalaman bervariasi tampak tersebar di badan jalan, terutama di jalur yang sering dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Situasi semakin berisiko karena lampu penerangan jalan di sejumlah titik tidak menyala. Meski terdapat tiang PJU, sebagian besar dalam kondisi mati sehingga membuat ruas jalan tampak gelap gulita.

Salah seorang warga Panam, Rudi, mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia menyebut kombinasi jalan rusak dan minim penerangan sangat membahayakan pengguna jalan.

“Kalau siang mungkin masih bisa lihat lubangnya. Tapi kalau malam, apalagi lampu mati, itu betul-betul rawan. Sudah gelap, jalannya berlubang. Takutnya bukan cuma kecelakaan, tapi juga rawan begal,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Laila, mahasiswa Universitas Riau yang hampir setiap hari melintasi Jalan S.M Amin. Ia mengaku kerap waswas ketika harus pulang malam setelah kegiatan kampus.

“Kalau habis magrib ke atas itu sudah gelap. Kami mahasiswa sering pulang malam karena tugas atau organisasi. Jalan berlubang dan lampu mati bikin takut. Selain takut jatuh, juga khawatir tindak kriminal,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut juga mengganggu estetika kota.

“Ini kan salah satu akses utama di Panam, apalagi dekat stadion dan bundaran. Harusnya lebih diperhatikan karena kesannya jadi tidak terawat,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jalan S.M Amin merupakan jalan dengan kewenangan Pemerintah Provinsi Riau, sedangkan PJU merupakan kewenangan pemerintah Kota Pekanbaru. Warga berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk memperbaiki badan jalan serta memastikan seluruh PJU kembali berfungsi.

Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan secara mendadak ketika melintasi titik-titik berlubang. Kondisi ini berpotensi memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara yang tidak hafal medan jalan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai jadwal perbaikan jalan maupun perbaikan lampu penerangan di ruas tersebut. Warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum jatuh korban. ***