SELATPANJANG, GORIAU.COM - Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, meminta regu pemadam kebakaran segera dibentuk di setiap desa yang rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Langkah ini perlu dilakukan mengingat petugas Pemadam Kebakaran Kepulauan Meranti belum dapat menjangkau desa-desa yang ada di Kepualaun Meranti.

Orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu mengeluarkan intruksi karena berdasarkan data terakhir wilayah Riau, mengenai jumlah lahan yang musnah akibat kebakaran sudah mencapai angka 6.000 hektar. Khusus di Kepulauan Meranti pada pertengahan Februari lalu, sudah berada pada angka 3.179 hektar lahan yang terbakar.

"Angka ini terus bertambah mengingat curah hujan yang sampai detik ini belum kita rasakan di daerah kita. Banyak pihak dirugikan, baik kebun, hutan, lahan tidur dan sebagainya, baik yang dimiliki masyarakat maupun perusahaan," kata Irwan.

Untuk itulah, dia menghimbau agar di area titik rawan kebakaran dapat dibentuk regu pemadam. Regu pemadaman kebakaran tersebut berada di bawah koordinasi kepala desa.

Langkah ini perlu dilakukan mengingat petugas Damkar Kabupaten belum dapat menjangkau desa-desa yang ada di Kepualaun Meranti. Dengan terbentuknya regu pemadam, maka pencegahan dini terhadap api yang masih kecil dapat segera dilakukan, sehingga api yang sudah padam dan menjalan di lahan gambut tidak kembali berkobar ketika dihembus angin.

Kepada pemilik kebun sagu, karet, kopi, dan kelapa, Irwan juga berharap agar dapat berpartisipasi aktif dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran yang terjadi. Terlebih kepada pihak perusahaan juga diwajibkan untuk membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

"Saya sangat mengharapkan kita tetap bahu membahu, saling bekerja sama dalam menanggulangi musibah yang sudah terjadi di daerah kita agar tidak terus berlanjut tentunya," pungkas Irwan, ketika ditemui wartawan di Selatpanjang, Selasa (4/3/2014) lalu.(zal)