PEKANBARU - Kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Kota Pekanbaru semakin menguat. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru awal Juni mencatat Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi di ibu kota Provinsi Riau ini tumbuh subur di angka 8,55 persen pada triwulan pertama.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, Kamis (11/6/2026) menegaskan bahwa kenaikan angka investasi ini menjadi bukti nyata prospek ekonomi daerah yang semakin menjanjikan dan mampu menarik minat pelaku usaha dari berbagai sektor.

“Ini menjadi sinyal positif bagi kita semua. Investor mulai melihat Pekanbaru sebagai daerah yang memiliki prospek dan potensi ekonomi yang menjanjikan. Tugas pemerintah adalah menjaga stabilitas, memberikan kemudahan pelayanan, dan menciptakan kepastian bagi dunia usaha,” ungkapnya.

Geliat ekonomi kota ini tidak hanya ditopang oleh hadirnya investasi baru, namun juga berkat perputaran uang melalui sektor riil saat berbagai proyek pembangunan berjalan. Percepatan realisasi anggaran terbukti sukses menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.

"Ketika proyek berjalan, UMKM bergerak, tenaga kerja terserap, dan daya beli masyarakat meningkat. Itu yang menjadi fokus kami,” urai Agung.

Pemerintah kota kini fokus mengoptimalkan pendapatan daerah guna mempercepat pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Capaian pertumbuhan ekonomi saat ini dipandang bukan sebagai garis akhir, melainkan pemacu semangat untuk terus menghadirkan layanan publik yang prima.

“Kami tidak ingin cepat berpuas diri. Data ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi. Target kami adalah memastikan pertumbuhan ekonomi yang terjadi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan, terbukanya lapangan kerja, dan peluang usaha yang semakin luas,” tutup Agung. ***